Mau Usung Figur Bersih, Kader PKS di Takalar Disebut Korupsi Bintek

Umroh, KPK Maklumi IAS

Umroh, KPK Maklumi IAS
uang-korupsi-ilustrasi

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Sepertinya komitmen Partai Keadilan Sejahterah (PKS) untuk mengusung kader bersih di Pilkada Takalar 2017 mendatang kembali tercoreng. Pasalnya, salah satu kadernya yang menjadi wakil rakyat di Kabupaten Takalar disebut-sebut terlibat dalam dugaan kasus korupsi bimbingan teknis atau bintek.

Hal ini disampaikan Irfan, salah satu pengurus masyarakat Anti Korupsi di Sulsel, Senin (23/5/2016). Kata dia, saat ini Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Takalar terus melakukan pemeriksaan kepada puluhan Anggota DPRD Takalar terkait kasus dugaan Korupsi penggunaan SPPD dan Bimtek Fiktif 2013/2014 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten (DPRD) Takalar.

“Dari beberapa anggota DPRD Takalar yang telah diperiksa oleh Kejari terkait dugaan kasus korupsi Bintek seperti Drs Ahmad dari Partai Gerindra, Ir Hasbullah, Ir Husniah Rahman dari Partai Demokrat dan Ketua DPRD Takalar H Jabir Bonto, juga ada kader PKS yakni Muh Nur Fitri,” ujarnya.

Kata dia, masyarakat Indonesia, khususnya di Takalar masih mengingat kasus suap impor sapi yang dilakukan mantan presiden Partai Keadilan Sejahterah (PKS), Luthfi Hasan Ishaaq dan Ahmad Fathanah.

Dana suap tersebut digunakan untuk mendanai partai tersebut. Selain partai, juga untuk memenangkan beberapa pemilihan kepala daerah, termasuk di Pilkada Kabupaten Talakar 2012 lalu.

Kata dia, jelang pemilihan kepala daerah, masyarakat harus jeli melihat siapa figur yang layak dipilih. “Pokoknya, jangan memilih atau membeli kucing dalam karung. Kenali dengan baik calon pemimpinmu,” ujarnya.

Ia juga bercerita, saat itu (Pilkada Takalar 2012), pasangan calon bupati dan wakil bupati yang diusung PKS yakni Syamsari Kitta yang berpasangan Hamzah Barlian meluncurkan program bagi sapi dan perahu.

Pasangan Syamsari-Hamzah yang disingkat Sa’ritta surveinya melejit. Banyak yang meyakini, tawaran program pasangan politisi dan mantan birokrat waktu itu yakni seekor sapi dan sebuah perahu bagi nelayan menjadi magnet besar bagi calon pemilih. Saat itu, jumlah masyarakat yang memiliki hak pilih di Pemilukada Takalar 2012 mencapai 213.509 orang.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Takalar, Feritass mengatakan, saat ini pihaknya terus melakukan pengembangan dugaan korupsi Bintek serta biaya perjalanan dinas anggota dewan Takalar.

“Dari nama-nama anggota dewan yang dipanggil ada indikasi kuat, nantinya pasti ada tersangka, Seberapapun kalau kerugian negara itu namanya korupsi,” tegas Feritass.

Sebelumnya, Kader PKS Takalar yang juga Wakil Ketua DPRD Takalar, Khairil Anwar menjelaskan pihaknya akan mengusung kader bersih, komitmen memerangi korupsi dan mampu mewujudkan pelayanan kesehatan dan pendidikan yang baik kepada masyatakat.

“Kandidat juga harus memiliki kemampuan untuk berkompetensi dalam hal ekonomi dalam menjawab kebutuhan masyarakat Takalar,” tambahnyam. (*)

Baca Juga

Masih Ingat Kasus Suap Impor Sapi PKS dan Pilkada Takalar 2012 ??


Comment