MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Krisis kemanusiaan yang disebabkan bentrok di wilayah Wamena, Papua beberapa hari lalu menyita perhatian banyak orang.
Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang selaluhadir pada kasus atau isu kemanusiaan kembali menyalurkan bantuan.
Direktur Komunikasi ACT, Lukman Azis mengaku, pihaknya merasa terpanggil dengan kejadian yang terjadi di Wamena. Hingga saat ini korban meninggal asal Sulsel sebanyak 10 jiwa.
“Dari 33 orang yang dikabarkan meninggal dunia, baru 10 jiwa sampai di Makassar dan 20 orang yang dipulangkan ke kampung halaman masing-masing,” jelasnya, Senin (30/9/2019).
Kesepuluh korban meninggal itu diketahui, 2 orang asal Makassar, 2 dari Toraja, 4 dari Enrekang dan 2 dari Takalar.
Sementara itu, Head of Regional Indonesia timur Syahrul mengatakan, pihanyafokus pada penanganan korban dengan pembuatan dapur umum.
“Kami sementara membangun dua dapur umum di wilayah Sentani untuk korban kerusuhan, selain untuk memastikan keamanan pengungsi juga pemenuhan kebutuhan harian seperti makanan,” terang Syahrul.
Bukan hanya itu, tutur Syahrul, Makassar sudah siap melayani pengungsi yang akan diberangkat dari Papua begitu juga tim medis serta relawan yang telah diberangkatkan ke lokasi.
“Sudah disiapkan tim medis juga relawan ke lokasi, tinggal menunggu komando dari daerah setempat,” katanya.
Selain itu, ungkap Syahrul, bagi keluarga korban meninggal dunia telah diberikan santunan sebesar Rp10 juta rupiah.
ACT telah menyiapkan dua pesawat komersil khusus pengangkutan korban kerusuhan di Wamena.(*)
Comment