MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Pemerintah seyogyanya memiliki tugas memastikan program-programnya dapat mensejahterakan masyarakatnya.
Hal ini disampaikan Calon Wali Kota Makassar periode 2020-2025, Andi Mustaman. Kata dia, Makassar telah meraih sederet prestasi bebarapa tahun terakhir namun, realita yang terjadi, masyarakat masih jauh dari kata sejahtera.
“Makassar ini tidak butuh banyak penghargaan. Masyarakat butuh kesejahteraan bukan penghargaan. Penghargaan itu hanya untuk pemerintah tapi masyarakat dapat apa dari situ ?,” ujarnya di Media Center Aman for Makassar, Kamis (26/12/2019).
Kata dia, sudah jauh dari kata sejahtera, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan yang rilis Agustus 2019 kemarin terkait jumlah angka pengguran, Makassar berada diurutan pertama dengan jumlah persentase, 10,39%.
Kemudian disusul Kabupaten Palopo diposisi kedua 10,32% dan ketiga yakni Kota Pare-Pare sebesar 6,42%.
“Maka dari itu ini yang mendorong hati saya untuk menentukan sikap dan mewujudkan niat dalam membangun kota Makassar. Memastikan kesejahteraan didapatkan oleh semua golongan,” ungkap Aman akronim Andi Mustaman.
Eks Legislator Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi SulSel dua periode ini mengatakan, program pembangunan itu harus difokuskan pada kesejahteraan masyarakat.
“Masyarakat itu adalah sasaran utama pembangunan. Penghargaan kalau bisa dianggap bonus saja. Jadi, pola pikirnya jangan dibalik seolah-olah fokusnya pada penghargaan,” tutupnya.
Comment