MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Beredarnya video sejumlah pejabat di lingkup Pemkot Makassar yang menyebut jangan kembali lagi menimbulkan berbagai persebsi politik di masyarakat.
Ada beberapa kelompok menyebut, video tersebut menyingung salah satu bakal calon walikota Makassar.
Hal ini disampaikan Direktur Komite Independent Pemantau Pemilu dan Demokrasi (KIP2D), Agus AS SH MH MSi, Rabu, (29/1/2020).
Kata dia, jelang Pilkada 2020, suhu politik mulai memanas, pendukung juga ikut saling sikut. Bahkan, sudah terang-terangan para pejabat teras ini menyebutkan slogan penolakan terhadap bakal calon wali kota tertentu.
Melalui video berdurasi 3 detik, sejumlah wajah pejabat eselon II dan III Pemkot bersorak secara bersamaan menyebut kalimat “Jangan Biarkan Dia Kembali”. Sontak video itu pun viral dan ramai diperbincangkan masyarakat.
Sejumlah pejabat yang tampak dalam video itu, yakni asisten I Wali Kota, Sittiara, Asisten III Alim Bahri, Kepala Dinas Kominfo Sulsel Ismail Haji Ali, Kepala Dinas Sosial Mukhtar Tahir, serta sejumlah kepala seksi lainnya.
Kata Agus, apapun alasannya, video ini dapat dimaknai politik. Sebab, simbol perlawanan atas terhadap salah seorang bakal calon walikota Makassar.
“Salah satu calon walikota Makassar memasang baliho dengan tagline “Jangan biarkan Makassar mundur lagi”. Sama dengan video yang beredar,” ujarnya.
Menurut Agus, dalam politik, para elit paling pandai bersilat lidah. Termasuk mereka yang terstatus PNS.
“Ini hanya kecerdasan bersilat lidah. Oknum ASN bermain politik praktis bukan hal baru. Kita sudah tahu karakter,” tambahnya.
Agus berharap, siapa pun yang terpilih menjadi Walikota Makassar 2020. Sepanjang Pilkada berjalan demokratis jujur, berintegritas dan berkualitas. Itulah pilihan rakyat. Itulah Walikotanya KIPP2D.
Sebelumnya, Kepala Dinas Sosial, Mukhtar Tahir menampik jika slogan yang diucapkan secara ramai-ramai ditujukan kepada salah satu bakal calon wali kota.
“Infokan saja tidak ada maksud lain dari video itu. Tidak ada ji masalah itu saya pikir baik ji. Lama mi videonya itu, bingung ka saya itu, kenapa na ada itu video, itu pun bukan video ji awalnya itu toh cuma mau foto rame-rame, untuk seru-seruan ji,” kata Muktar.
Muktar menceritakan kronologis dibuatnya video tersebut. Kata dia, video itu dibuat saat dirinya baru saja mengantar kepala Dinas Kominfo, Ismail Haji Ali memasuki ruangannya. Ismail saat itu sebagai pengganti dirinya di Dinas Kominfo.
“Masalah pindah ruangan, saya juga bingung kalau bilang jangan biarkan dia kembali, maksudnya? Jangan mi dipolitisasi ini, kita semua PNS di situ,” terangnya. (*)
Comment