
BONE, BERITA-SULSEL.COM – Sedikitnya delapan desa di Kabupaten Bone terancam terisolasi. Hal ini disebabkan jembatan penyeberangan yang terletak di desa Watu, Kecamatan Cenrana.Pasalnya, jembatan tersebut sudah lapuk dan membahayakan ketika melintas. Dari beberapa informasi, jembatan tersebut diresmikan di masa kepemimpinan Gubernur Sulsel, Prof Dr Ahmad Amiruddin.
Jembatan yang dibangun sejak tahun 1980-an itu, menghubungkan sedikitnya 8 desa dan 1 kelurahan, yakni Lebong’E, Naga Uleng, Awang Cenrana, Labotto, Cakkeware, Ajanglasse, Pallime, Pusung’e dan Kelurahan Cenrana.
Alimuddin, warga setempat, mengatakan, kalau jembatan itu diresmikan pada masa kepemimpinan Gubernur Ahmad Amiruddin. Diketahui, Gubernur Sulsel yang merupakan ahli nuklir tersebut menjadi gubernur selama 2 periode, yakni mulai 1983 hingga 1993.
“Jembatan tersebut diresmikan sejak masa Ahmad Amiruddin menjadi gubernur selama dua periode. Jembatan tersebut beberapa kali diperbaiki, namun hanya bisa bertahan 6 bulan kemudian rusak lagi. Jembatan itu menggunakan balok kayu sebagai bantalan jalan. Yang juga membuat bantalan balok kayu jembatan tak bertahan lama karena jalur tersebut merupakan jalan utama dari dan menuju Kota Watampone atau ibukota kecamatan,”ujarnya, Senin (1/2/2016).
Kepala Dinas Pu dan SDA, Drs.Sudirman,ST,M.Si mengatakan, pihaknya sudah menganggarkan perbaikan sementara, dengan mengganti kayunya. “Rencana bulan Februari ini kita akan ganti itu,” kata Sudiirman
Menurut, Sudirman, Kondisi Jembatan Watu yang memprihatinkan rencananya dilakukan pembuatan yang bagus, tapi untuk sementara belum bisa karena anggarannya berkisar puluhan miliar rupiah.
“Jadi kalau mau langsung dibeton, itu tidak cukup anggaran. Solusinya dulu kita gantikan kayu, Insya Allah Februari ini kita ganti. Sebenarnya setiap tahun itu diganti kayu, hanya saja mungkin karena mobilisasi terlalu tinggi sehingga kayunya tidak tahan,”ungkap Ketua Pengda IOF Bone.
Terpisah, Anggota DPRD Kabupaten Bone, Hj.Andi Adriana mengaku prihatin dengan kondisi jembatan penyeberangan di Desa Watu, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Bone. Pasalnya kondisi lantai jembatan yang lapuk termakan usia itu sangat membahayakan keselamatan warga yang akan melintas.
“Baru-baru ini saya lewat di jembatan Watu dan saya melihat kondisi lantai jembatan watu ini sudah mulai rusak parah karena masih terbuat dari kayu. Semestinya ini mendapat perhatian dari pemerintah daerah khususnya dinas yg terkait,” kata Anggota Komisi I DPRD Bone.
Menurutnya, kondisi di jembatan Watu ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut, karena akan semakin parah dan tidak menutup kemungkinan akan menelan korban, apalagi di jembatan tersebut sudah berapa kali terjadi mobil yang terjebak karena terperosok.
“Ini harus segera diperbaiki, karena jembatan ini merupakan salah satu akses yang menghubungkan antara Kabupaten Bone dengan Kabupaten wajo,” ungkap Legislator dari Fraksi Partai Amanat Nasional ini.(Yus)
Baca Juga
Bandara Arung Palakka Bone Resmi Beroperasi
Masih Ada Warga Bone Belum Merasakan Cahaya Lampus Listrik
Comment