PMI Tak Aktif, Bank Darah RS Kosong, Berobat di Soppeng Beresiko Cepat Mati

PMI Soppeng Tak Aktif, Keluarga Pasien Kesulitan Cari Darah
PMI Soppeng Tak Aktif, Keluarga Pasien Kesulitan Cari Darah

SOPPENG, BERITA-SULSEL.COM – Samsuriadi, salah satu keluarga pasien di Rumah Sakit Umum Daerah Latemmamala Kabupaten Soppeng kesal dengan pelayanan rumah sakit plat merah tersebut.

Pasalnya, stok darah yang disediakan pihak rumah sakit sangat minim, nyaris kosong. Bahkan Palang Merah Indonesia (PMI) juga tak aktif. Sehingga, dirinya harus keluar daerah yakni ke Kabupaten Wajo atau Sidrap untuk membeli darah.

“Orang tua saya kekurangan darah B. Saya terpaksa membeli darah diluar Kabupaten Soppeng, dikarenakan stok darah di RS Latemmamala sudah habis. Sedang PMI Soppeng tak aktif,” jelasnya saat ditemui berita-sulsel.com, Sabtu (27/8/2016).

Kata dia, sebuah RSUD milik pemerintah seharusnya selalu siaga dengan menyediakan obat-obatan maupun darah untuk kebutuhan pasien. Hal ini berjalan terbalik, saat ada pasien yang kekurangan darah, justru stok darah tidak ada.

Padahal, kata Samsuriadi, pasien seharusnya mendapatkan pelayanan maksimal, bukan saja saat masuk berobat hingga selesai perobatan.

Baca Juga

Ini Alasan Bupati Soppeng Lantik Pejabatnya Malam Jumat di Tempat Keramat

Ini 28 Pejabat Baru Pemda Soppeng yang Dilantik di Umpungeng

PMI Soppeng Tak Aktif, Keluarga Pasien Kesulitan Cari Darah

Menurutnya, kalau berobat berapapun biayanya akan dibayar, tetapi janganlah sampai membuat keluarga pasien sibuk mengurus mencari stock darah yang belum jelas kemana, ini sangat membingungkan, namun demikian sebaiknya hal ini tidak kejadian berulang kali di RSUD La temmamala watan soppeng.

“Jika kondisinya seperti ini, berobat di RS pemerintah, khususnya di Kabupaten Soppeng lebih besar resikonya pasien bisa meninggal karena kekurangan darah,” ujarnya.

Warga asal leworeng itu menyebutkan, masih untung ada masyarakat yang rela memberikan darahnya untuk menyelamatkan nyawa orang yang sedang sangat membutuhkan darah itu, jika tidak pasien bakal terancam.

“Saya membeli darah seharga Rp300 ribu satu kantong, sementara saya butuh 2 kantong darah B. Orang tua saya akan di oprasi hari ini. Ironisnya, PMI Soppeng tak aktif, jadi saya pusing mau ambil darah dimana, sementar UTD dan rumah sakit stok darahnya habis,”tutupnya.

Henrik.


Comment