SLB YPPS Takalala Soppeng jadi Sekolah Favorit Anak Berkebutuhan Khusus

[caption id="attachment_14010" align="aligncenter" width="630"]Mariariani Mariariani[/caption] SOPPENG, BERITA-SULSEL.COM - Mendidik anak berkebutuhan khusus tak semuda melakukannya di sekolah umum. Pasalnya, setiap tenaga pendidik atau pengajar juga harus memiliki keahlian khusus dan kesabaran ekstra. Hal ini disampaikan Kepala Sekolah Luar Biasa (SLB) YPPS Takalala Soppeng, Mariariani, Kamis (20/10/2016). Kata dia, guru yang mengajar di sekolah tersebut harus bersabar dalam mendidik dan memberikan perhatian lebih. "Mendidik anak berkebutuhan khusus itu tak muda, kita harus bersabar menghadapi mereka, setiap anak memiliki watak dan karakter berbeda, jadi harus betul - betul memahami karakternya," ujar Mariariani. Kata dia, SLB YPPS Takalala Soppeng telah meluluskan banyak murid. Sehingga, sekolah ini menjadi kebanggaan di kabupaten Soppeng, terkhusus di Takalala bagi penderita keterbelakangan mental. "Disini, setiap guru dituntut memiliki kesabaran yang juga luar biasa untuk memahami kemampuan dan kebutuhan muridnya. Setelah itu, mereka memberikan pelatihan agar mampu hidup mandiri," jelasnya. Tujuan mendidik anak berkebutuhan khusus, jelas Mariariani, sama seperti anak normal lainnya yakni membentuk karakter, intelek, bakat dan akhlak, sehingga anak memiliki sikap dan perilaku baik ditengah masyarakat. Baca Juga 21 Warga Jerman Berkunjung ke Soppeng Bogel Bentuk Struktur Nasdem Soppeng Hingga RT/RW Kasus Penipuan Rekrutmen Polisi di Soppeng Siap Masuk Pengadilan "Hanya saja, kelancaran proses belajar terhalang karena kondisi mereka yang khusus. Untuk mengatasi halangan ini, setipa guru harus memiliki keahlian khusus. Misalnya anak yang buta tidak dapat menangkap pelajaran melalui penglihatan, tapi mereka memiliki pendengaran yang peka. Kemampuan ini harus dilatih, sehingga nantinya akan berfungsi menggantikan mata,"paparnya. (henrik)

Mariariani
Mariariani

SOPPENG, BERITA-SULSEL.COM – Mendidik anak berkebutuhan khusus tak semuda melakukannya di sekolah umum. Pasalnya, setiap tenaga pendidik atau pengajar juga harus memiliki keahlian khusus dan kesabaran ekstra.

Hal ini disampaikan Kepala Sekolah Luar Biasa (SLB) YPPS Takalala Soppeng, Mariariani, Kamis (20/10/2016). Kata dia, guru yang mengajar di sekolah tersebut harus bersabar dalam mendidik dan memberikan perhatian lebih.

“Mendidik anak berkebutuhan khusus itu tak muda, kita harus bersabar menghadapi mereka, setiap anak memiliki watak dan karakter berbeda, jadi harus betul – betul memahami karakternya,” ujar Mariariani.

Kata dia, SLB YPPS Takalala Soppeng telah meluluskan banyak murid. Sehingga, sekolah ini menjadi kebanggaan di kabupaten Soppeng, terkhusus di Takalala bagi penderita keterbelakangan mental.

“Disini, setiap guru dituntut memiliki kesabaran yang juga luar biasa untuk memahami kemampuan dan kebutuhan muridnya. Setelah itu, mereka memberikan pelatihan agar mampu hidup mandiri,” jelasnya.

Tujuan mendidik anak berkebutuhan khusus, jelas Mariariani, sama seperti anak normal lainnya yakni membentuk karakter, intelek, bakat dan akhlak, sehingga anak memiliki sikap dan perilaku baik ditengah masyarakat.

Baca Juga

21 Warga Jerman Berkunjung ke Soppeng

Bogel Bentuk Struktur Nasdem Soppeng Hingga RT/RW

Kasus Penipuan Rekrutmen Polisi di Soppeng Siap Masuk Pengadilan

“Hanya saja, kelancaran proses belajar terhalang karena kondisi mereka yang khusus. Untuk mengatasi halangan ini, setipa guru harus memiliki keahlian khusus. Misalnya anak yang buta tidak dapat menangkap pelajaran melalui penglihatan, tapi mereka memiliki pendengaran yang peka. Kemampuan ini harus dilatih, sehingga nantinya akan berfungsi menggantikan mata,”paparnya. (henrik)


Comment