PPP Sulsel Tidak Usung Amir Uskara di Pilkada Gowa

[caption id="attachment_797" align="alignleft" width="400"]ist ist[/caption] MAKASSAR, berita-sulsel.com - Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sulawesi Selatan tidak akan mengusung Amir Uskara di pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Gowa, Desember tahun ini. Hal ini disampaikan, Sekertaris DPW PPP Sulsel versi Djan Faridz, Nasrun dalam diskusi, Poros Pemuda Indonesia (PPI) dengan tema ‘Dinamikan Dualiseme Partai Politik PPP Sulsel Jelag Pilkada Gowa’ di Warkop Cappo, Kota Makassar, Rabu (17/06/2015). “Secara pribadi kami tidak akan mengajak calon sekalipun adalah kader yang telah menyatakan diri tidak mau diusung oleh PPP. Saya kira inilah penyampaiaan Amir Uskara di beberapa media yang menegaskan tetap maju tanpa PPP,” tegas Nasrun. Nasrun membeberkan telah melakukan pembekuan kepenguruan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Gowa yang sebelumnya menetapkan Amir Uskara sebagai calon tunggal partai berlambang Ka’bah ini. “SK pembekuan telah kami terbitkan, dalam waktu dekat ini kami akan laksanakan musyawarah cabang luar biasa DPC PPP Gowa. Ini dilakukan untuk melakukan pembenahan,” jelasnya. Selain DPC Gowa, empat kabupaten lain turut dibekukan yakni Takakar, Soppeng, Pinrang dan Maros. Kelima DPC ini dianggap tidak aktif dan sesuai anggaran dasar dan anggaran rumah tangga PPP, harus dibekukan kemudian dilakukan Muscab luar biasa. Nasrun mengaku optimis, PPP bisa mengikuti Pilkada serentak tahun ini. “Sudah ada langkah-langkah yang kami lakukan untuk tetap bisa ikut mengusung di Pilkada. Jadi saat ini kami telah melakukan komunikasi dengan beberapa calon. Setelah SK final keluar, maka dalam lima menit kami akan berikan dukungan kepala calon yang kami anggap berkompoten di setiap kabupaten,” jelasnya. Kata dia, DPC akan diberikan kewenangan untuk melakukan penjaringan calon. Menurutnya, konflik yang hingga saat ini belum berakhir bukan menjadi penghalang PPP tidak bisa mengusung. “Kami sudah sampaikan kepada calon jangan pikirkan yang ada saat ini. Karena kami yakin legal standing kami akan dapatkan sebelum pendaftaran calon di KPU,” jelasnya. Nasrun menegaskan tidak ada tranksaksi atau mahar untuk mengendarai PPP. Sebab, kepenguran Djan Faridz siap mebiayai semua kebutuhan partai di Pilkada serentak se-Indonesia. Sementara, pengamat politik, Universitas Bosowa 45, Arief Wicaksono mengatakan, statment-statment Amir Uskara d sejumlah media yang mengarahkan dirinya tidak membutuhkan PPP sebagai kendaraan politik adalah sikap yang tak pantas dilakukan sebagai kader. Bahkan menurutnya, konflik yang awalnya hanya terjadi ditingkatan DPP PPP sampai ke DPW dan DPC se- Sulsel karena sikap Amir Uskara yang selalu memaksakan kehendaknya. “Masalah PPP sebenarnya muaranya di Jakarta. Tapi sikap Amir Uskara yang ingin melengserkan Surya Dharma Ali dia turut lakukan hingga ke daerah. Harunya, ini tidak dilakukan,” jelasnya. Sikap Amir Uskara ini, menuruntya dapat membuat kepercayaan masyarakat terhadap PPP akan memudar. “Pernyataan-pernytaan Amir Uskara dapat menghilangkan kepercayaan publik terhadap PPP. Padahal, kans PPP Sulsel untuk mengikuti Pilkada sangat besar,” jelasnya. Arief berharap pengurus PPP Sulsel dapat berkonsolidasi baik-baik sehingga bisa mengikuti Pilkada. “Kalau sampai PPP tidak ikut Pilkada, maka kepercaan publik bisa saja hilang,” jelasnya. Sementara, Direktur Komunikasi Indeks Politica Indonesia (IPI), Achmad Shabir yang turut menjadi pembicara mengatakan, berdasarkan hasil survei lembanganya, peluang PPP Sulsel untuk mengusung kadernya hanya di Kabupaten Gowa. “Berbicara peluang PPP Sulsel di 11 Pilkada, hanya satu kabupaten yang bisa bersaing yakni Kabupaten Gowa, Amir Uskara yang hasil surveinya cukup tinggi,” jelasnya. Menurut, Abe sapaan akrab Achmad Shabir, jika konflik PPP tidak selesai hingga pendaftaran calon dibuka oleh KPU. Maka sangat sulit untuk bisa ikut Pilkada. (fit)

ist
ist

MAKASSAR, berita-sulsel.com – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sulawesi Selatan tidak akan mengusung Amir Uskara di pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Gowa, Desember tahun ini.

Hal ini disampaikan, Sekertaris DPW PPP Sulsel versi Djan Faridz, Nasrun dalam diskusi, Poros Pemuda Indonesia (PPI) dengan tema ‘Dinamikan Dualiseme Partai Politik PPP Sulsel Jelag Pilkada Gowa’ di Warkop Cappo, Kota Makassar, Rabu (17/06/2015).

“Secara pribadi kami tidak akan mengajak calon sekalipun adalah kader yang telah menyatakan diri tidak mau diusung oleh PPP. Saya kira inilah penyampaiaan Amir Uskara di beberapa media yang menegaskan tetap maju tanpa PPP,” tegas Nasrun.

Nasrun membeberkan telah melakukan pembekuan kepenguruan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Gowa yang sebelumnya menetapkan Amir Uskara sebagai calon tunggal partai berlambang Ka’bah ini.

“SK pembekuan telah kami terbitkan, dalam waktu dekat ini kami akan laksanakan musyawarah cabang luar biasa DPC PPP Gowa. Ini dilakukan untuk melakukan pembenahan,” jelasnya.

Selain DPC Gowa, empat kabupaten lain turut dibekukan yakni Takakar, Soppeng, Pinrang dan Maros. Kelima DPC ini dianggap tidak aktif dan sesuai anggaran dasar dan anggaran rumah tangga PPP, harus dibekukan kemudian dilakukan Muscab luar biasa.

Nasrun mengaku optimis, PPP bisa mengikuti Pilkada serentak tahun ini. “Sudah ada langkah-langkah yang kami lakukan untuk tetap bisa ikut mengusung di Pilkada. Jadi saat ini kami telah melakukan komunikasi dengan beberapa calon. Setelah SK final keluar, maka dalam lima menit kami akan berikan dukungan kepala calon yang kami anggap berkompoten di setiap kabupaten,” jelasnya.

Kata dia, DPC akan diberikan kewenangan untuk melakukan penjaringan calon. Menurutnya, konflik yang hingga saat ini belum berakhir bukan menjadi penghalang PPP tidak bisa mengusung. “Kami sudah sampaikan kepada calon jangan pikirkan yang ada saat ini. Karena kami yakin legal standing kami akan dapatkan sebelum pendaftaran calon di KPU,” jelasnya.

Nasrun menegaskan tidak ada tranksaksi atau mahar untuk mengendarai PPP. Sebab, kepenguran Djan Faridz siap mebiayai semua kebutuhan partai di Pilkada serentak se-Indonesia.

Sementara, pengamat politik, Universitas Bosowa 45, Arief Wicaksono mengatakan, statment-statment Amir Uskara d sejumlah media yang mengarahkan dirinya tidak membutuhkan PPP sebagai kendaraan politik adalah sikap yang tak pantas dilakukan sebagai kader.

Bahkan menurutnya, konflik yang awalnya hanya terjadi ditingkatan DPP PPP sampai ke DPW dan DPC se- Sulsel karena sikap Amir Uskara yang selalu memaksakan kehendaknya. “Masalah PPP sebenarnya muaranya di Jakarta. Tapi sikap Amir Uskara yang ingin melengserkan Surya Dharma Ali dia turut lakukan hingga ke daerah. Harunya, ini tidak dilakukan,” jelasnya.

Sikap Amir Uskara ini, menuruntya dapat membuat kepercayaan masyarakat terhadap PPP akan memudar. “Pernyataan-pernytaan Amir Uskara dapat menghilangkan kepercayaan publik terhadap PPP. Padahal, kans PPP Sulsel untuk mengikuti Pilkada sangat besar,” jelasnya.

Arief berharap pengurus PPP Sulsel dapat berkonsolidasi baik-baik sehingga bisa mengikuti Pilkada. “Kalau sampai PPP tidak ikut Pilkada, maka kepercaan publik bisa saja hilang,” jelasnya.

Sementara, Direktur Komunikasi Indeks Politica Indonesia (IPI), Achmad Shabir yang turut menjadi pembicara mengatakan, berdasarkan hasil survei lembanganya, peluang PPP Sulsel untuk mengusung kadernya hanya di Kabupaten Gowa.

“Berbicara peluang PPP Sulsel di 11 Pilkada, hanya satu kabupaten yang bisa bersaing yakni Kabupaten Gowa, Amir Uskara yang hasil surveinya cukup tinggi,” jelasnya.

Menurut, Abe sapaan akrab Achmad Shabir, jika konflik PPP tidak selesai hingga pendaftaran calon dibuka oleh KPU. Maka sangat sulit untuk bisa ikut Pilkada. (fit)


Comment