
BERITA-SULSEL.COM – Manajemen STKIP Muhammadiyah Bulukumba saat ini mempersiapkan diri melangkah lebih maju dengan mengubah status dari sekolah tinggi menjadi universtas. Guna mewujudkannya, sesuai ketentuan minimal memiliki sepuluh program studi. Itu berarti pihak pengelola masih harus menambah enam prodi baru di bidang eksakta.
Menambah enam prodi baru, maka STKIP Muhammadiyah Bulukumba telah memenuhi salah satu syarat untuk pengusulan perubahan status dari sekolah tinggi menjadi universitas. Saat ini baru mengelola empat program studi, yakni Bahasa Indonesia, Biologi, Bahasa Inggris dan Pendidikan Luar Sekolah. Sementara enam prodi baru yang diwacanakan untuk dibuka adalah Matematika, Pertanian Agroteknologi, Peternakan, Teknik Impormatika, Kesehatan Lingkungan dan Teknik Idustri.
Hal ini disampaikan Ketua STKIP Muhammadiyah Bulukumba, Drs Jumase Basra, M.Si disela-sela seminar Pra Musyawarah Wilayah ke-39 Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel, di Kampus II STKIP Muhammadiyah Bulukumba, Sabtu 17 Oktober 2015. Seminar ini dibuka Wakil Ketua PWM Sulsel, Prof Dr KH Abo Asse. Dihadiri pula Ketua Muswil Muhammadiyah ke 39 PWM Sulsel, H Muh. Darwis Lantik, beberapa wakil ketua PWM, yakni KH Iskandar Tompo, H Syaiful Saleh, KH Mustari Bosrah, Abdullah Renre sekaligus sebagai narasumber. Juga hadir anggota DPD RI Iqbal Parewangi dan yang mewakili bupati Bulukumba, Kadis Pertanian dan tanaman Pangan, Ir Harun.
Jumase Basra mengakui, sudah ada tim yang dibentuk untuk mengurus semua kekurangan yang dipersyaratkan. Selama ini pihaknya masih melakukan pembenahan, termasuk tenaga dosen yang akan membidangi setiap prodi. “Hanya ini kendala terberat dihadapi, yang lain termasuk fasilitas yang mendukung proses pendidikan di kampus sudah tidak masalah, kemudian kampus juga sudah menyiapkan fasilitas rusunawa empat tingkat bantuan dari kementerian PU yang kini dalam tahap pembangunan,”ujar Jumase Basra.
Sekadar diketahui mahasiswa STKIP Muhammadiyah Bulukumba sebanyak 1.413 orang dan hingga wisuda ke 12, alumni sudah mencapai 5.453 orang. Belum termasuk wisuda ke 13 yang direncanakan November bulan depan sebanyak 460 orang. Dari empat prodi terbanyak mahasiswanya adalah Bahasa Iggris, menyusul Biologi dan Bahasa Indonesia.
Wacana perubahan status dari sekolaj tinggi menjadi universitas cukup mendapat respon dari pihak kopertis wilayah IX Sulawesi. Selain itu beberapa pihak yang ditemui siap membantu untuk kelancaran proses tersebut, termasuk membantu untuk pengadaan SDM dalam hal ini dosen berdasarkan komptensi prodi yang akan dibuk.(nas-yah)
Comment