
BONE, BERITA- SULSEL.COM – Para atlet pelajar asal Kabupaten Bone yang mengharumkan nama Kabupaten Bone pada Kejuaraan Daerah (Kejurda) Pencak Silat Bupati Jeneponto Cup I, Sabtu (26/12/2015). Tapi, dibalik keberhasilan tersebut, para atlet menilai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bone tidak memberikan dukungan maupun bantuan dana sedikitpun.
Ke 15 atlet muda tersebut berangkat ke Jeneponto dengan menggunakan dana pribadi.
Manager Tim Pencak Silat Bone Fahrizal pun menyesalkan tidak adanya bantuan dana dari pemerintah. “Bagaimana bisa berkembang prestasi olahraga kalau pemerintah tidak care dengan kegiatan positif yang seperti ini,”ujarnya. Minggu, (27/12).
Fahrizal mengatakan, seharusnya pemerintah dapat mengalokasikan anggaran untuk pembinaan cabang olahraga, khususnya cabang olahraga unggulan Kabupaten Bone. Program pembinaan intramullar dan interscholarship, kata dia, adalah salah satu upaya dalam mendukung proses percepatan pembinaan cabang olahraga di Kabupaten Bone.
“Sinergi antara pihak terkait dalam hal ini KONI, Dispora dan sekolah bersama Pemkab Bone melakukan tallent scouting di sekolah untuk menemukan calon-calon atlet berbakat,”ungkapnya.
Lanjut, Fahrizal menambahkan, pencak silat ini butuh sentuhan khusus karena selama beberapa tahun terakhir Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Kabupaten Bone tidak memiliki tempat latihan.
“Kami cuma butuh di beri aula atau gedung sebagai tempat latihan menuju POPDA Maret 2016 mendatang,”tambahnya.
Dia pun berjanji, jika fasilitas disediakan, prestasi olahraga khususnya pencak silat di Bone akan meningkat.
“Saya tantang pemerintah dengan menjanjikan prestasi terbaik dari pesilat-pesilat Bone jika hal ini di berikan oleh pemerintah, janji saya,” katanya.
Beberapa tahun lalu, atlet pencak silat dari Kabupaten Bone masuk jajaran disegani dalam turnamen antar daerah. Atlet Bone selalu diperhitungkan. Bahkan, beberapa waktu, atlet pencak silat Bone, Jumiati, pernah mewakili Indonesia di turnamen tingkat asia.
Sebelumnya ketiga atlet pelajar asal Kabupaten Bone berhasil menyumbangkan medali perunggu pada Kejuaraan Daerah (Kejurda) Pencak Silat Bupati Jeneponto Cup I, yang digelar Sabtu (26/12) kemarin.
Sekedar diketahui Kabupaten Bone mengirimkan 15 orang pelajar untuk beradu kebolehan dalam kejuaraan tersebut.
Manager Tim Pencak Silat Kabupaten Bone Fahrizal mengatakan, saat ini sudah ada tiga siswa yang berhasil meraih medali perunggu di Kejurda Pencaksilat Bupati Jenepoton Cup I.
“Dari tiga orang siswa tersebut diantaranya Andi Aldi Tawakkal dari SMA Kecamatan Kahu, Nurul Fajriani Sirfa dari SMAN 4 Watampone, dan Catur Aji Nugroho dari SMA Kecamatan Kahu, ke tiga remaja tersebut sudah berhasil meraih Medali Perunggu,”ujarnya. Minggu, (27/12).
Diapun mengaku sudah puas dengan pencapaian tersebut, dikarenakan rata-rata pesilat yang ia turunkan masih pemula, tetapi dirinya merasa kecewa dengan keputusan wasit yang merugikan beberapa atlet yang dipimpinnya.
“Mereka sudah bisa memberikan yang terbaik apalagi mereka mewakili kabupaten Bone, Walaupun ada beberapa atlet kita yang dirugikan karena keputusan wasit dan juri,” ungkapnya.
Dia pun mengharapkan doa masyarakat Bone agar bisa membawa pulang medali emas karena masih ada satu orang lagi atletnya yang memasuki semi final yakni Andi Akhsan.
“Semoga atlet kita, A.Aksan bisa memenangkan di semi final tersebut,”harapnya. (Yus)
Baca Juga
3 Atlet Pelajar Bone Sumbangkan Medali di Kejurda Pencak Silat
Mentri Amran Sulaiman Pulang Kampung
Dinkesos Bantu Korban Angin Puting Beliung di Palangan
Angin Puting Kembali Melanda di Bone
Harisma Bone Libas Atas UMI Makassar di Kompetisi Bola Basket
Comment