IGI Sulsel Terapkan Sistem Guru Saudara

ramli rahim
Muhammad Ramli Rahim

Laporan : Muhammad Ramli Rahim
Ketua Panitia Nasional Kongres II IGI
Dari Makassar

Kongres II Ikatan Guru Indonesia akan menggunakan dan memperkenalkan istilah Guru Saudara, seperti apa guru saudara ini?

Guru saudara adalah sebuah harapan akan terjalinnya hubungan persaudaraan antara guru-guru di Makassar sebagai tuan rumah Kongres II Ikatan Guru Indonesia dengan guru-guru peserta Kongres IGI dari seluruh tanah air sehingga diharapakan terjalin tenun kebangsaan yang jauh lebih erat sesama guru se tanah air.

Nginap di asrama apalagi hotel selama ini seperti kompleks rumah mewah yang minim interaksi, sehingga jalinan persaudaraan tidak terbentuk.

IGI akan menjalankan sistem guru saudara ini agar dapat menjadi salah satu contoh penyelenggaraan kegiatan-kegiatan organisasi lain

Guru saudara di Makassar akan menyediakan dirinya sebagai tuan rumah, dimana 2-5 orang guru menginap 1-3 malam di rumahnya, berangkat ke kongres IGI bersama-sama entah dengan motor, mobil, taksi atau kendaraan yang disediakan panitia.

Jalinan ini diharapkan menjadi awal dari jalinan panjang persaudaraan antara guru tuan rumah dan guru tamu, mungkin suatu ketika terjadi kunjungan balasan tanpa sengaja atau mungkin juga terjadi proses bertukar informasi atau bertukar keperluan di masa depan.

Guru tuan rumah akan di data oleh panitia yang bertugas untuk itu, lalu nomor HPnya akan dikirimkan ke pengurus wilayah atau pengurus cabang sehingga komunikasi sdh terjalin jauh sebelum kedatangan sang guru tamu.

Kongres II IGI diperkirakan diikuti 1000 peserta dari seluruh Nusantara untuk Simposium, Seminar Nasional, Curhat Guru, Pengukuhan Duta Gerakan Bayar Balik dan Persidangan Kongres tanggal 30-31 Januari 2016 di Wisma Kalla dan SIA Athirah I Makassar. (*)

Baca Juga

Hasil UKG Dibawah Rata-Rata Nasional, Sulsel Harus Benahi Guru

Sekertaris IGI Lutim Pimpin Tim Penelitian UKG

Gamasi Jaya FM Penjaga Peradaban dan Kearifan Lokal

AIM Buat Petisi Bantu Berdayakan Warga Dangko

Manusia Becak, Sosok Orang Kalah di Metropolitan


Comment