MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM — Panggung politik kerap mendapatkan citra sebagai tempat yang dingin dan penuh kepentingan. Namun, sebuah momen mengharukan di Rumah Sakit TNI AL (RSAL) Jala Ammari, Makassar, mendobrak stigma tersebut pada Kamis (11/06/2026).
Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, turun langsung mendampingi salah satu sahabat terbaiknya dari Kelurahan Kappuna, Kecamatan Masamba, yang sedang berjuang melawan stroke.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @andirahim_masamba, Andi Rahim menuliskan kalimat singkat yang menyentuh hati publik.
“Perjuangan itu tentang saling menjaga. Kamu kawal langkahku dulu, aku kawal sehatmu sekarang,” tulis Andi Rahim dalam unggatan tersebut.
Unggapan itu mencerminkan janji setia antara dua sahabat yang telah melewati dinamika politik bersama sejak masa perjuangan di legislatif hingga kontestasi pilkada.
Menjaga Loyalitas di Puncak Kekuasaan
Sosok pria yang mendapatkan pendampingan tersebut adalah Sandi, seorang warga yang selama bertahun-tahun menjadi pendukung setia sekaligus support system bagi perjuangan politik Andi Abdullah Rahim. Ketika Andi Rahim berhasil memimpin Bumi Lamaranginang, takdir justru menguji Sandi dengan penyakit stroke yang melumpuhkan sebagian tubuhnya.
Meskipun kini menjabat sebagai orang nomor satu di Luwu Utara, Andi Rahim memilih untuk tidak melupakan relawan yang pernah berjuang di garis depan. Oleh karena itu, ia langsung mengambil tindakan taktis untuk menyelamatkan kesehatan sahabatnya.
Gunakan Metode Medis Hyperbaric Chamber
Andi Rahim membawa dan merekomendasikan Sandi untuk mendapatkan penanganan medis menggunakan metode Hyperbaric Chamber di RS TNI AL Jala Ammari.
Setelah melakukan analisis rontgen, Direktur RSAL Jala Ammari, Letkol Dokter Hadi, menjelaskan bahwa pasien harus menjalani perawatan intensif selama dua bulan penuh. Langkah ini menjadi persiapan wajib sebelum terapi hiperbarik dimulai demi memastikan kesembuhan berjalan maksimal.
Di tengah kesibukan memimpin daerah, kehadiran Andi Rahim di lorong rumah sakit memicu simpati dari masyarakat. Ia juga menegaskan bahwa dirinya akan menanggung seluruh biaya pengobatan Sandi hingga pulih total menggunakan dana pribadi.
Langkah humanis pemimpin muda Luwu Utara ini memberikan pesan kuat kepada publik bahwa jabatan memiliki batas waktu, namun jalinan persahabatan merupakan ikatan moral yang abadi. Saat ini, ikhtiar medis dan doa terus mengalir untuk kesembuhan Sandi.
Comment