Forkompimda Bone Antisipasi Paham Radikali dan Terorisme

Forkompimda Bone Antisipasi Paham Radikali dan Terorisme
Forkompimda Bone Antisipasi Paham Radikali dan Terorisme

BONE, BERiTA-SULSEL.COM – Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Kabupaten Bone mengatisipasi lahirnya paham radikal dan aksi teroriesme. Hal ini dilakukan dalam rapat koordinasi terpadu di Gedung PKK, Rabu, (27/1/2016).

Bupati Bone, Fahsar Mahdin Padjalangi mengungkapkan, rakor ini memiliki peranan penting bagi aparat pemerintah khususnya pemerintahan yang ada di Desa, dalam hal ini Kepala Desa, RT, serta RW untuk senantiasa menjaga lingkungannya dari ancaman radikalisme yang saat ini tengah menjadi permasalahan bangsa.

“Letak kabupaten geografis Kabupaten Bone yang berada dekat dengan beberapa daerah konflik diantaranya didaerah Poso, menjadikan daerah ini berpotensi sebagai arah pelarian para teroris dan kelompok separatis. Makanya, dibutuhkan pengawasan dari seluruh elemen masyarakat untuk mengoptimalkan fungsi masing-masing dalam upaya menangkal pergerakan kelompok radikal,”ungkapnya.

Sementara itu Kapolres Bone, AKBP Yuliar Kus Nugroho, menaruh apresiasi setinggi-tingginya terhadap semangat rakyat indonesia untuk menyatakan sikap tidak takut terhadap tindak teroris dan menolak segala bentuk ajaran menyimpang dari organisasi tertentu yang berpotensi menganggu keamanan, ketentraman dan ketertiban masyarakat.

“Sosialisasi terhadap bahaya radikalisme akan terus digiatkan. Salahsatunya, dengan menyasar sekolah-sekolah yang juga kerap dijadikan sebagai saranan bagi para kelompok tertentu dalam menuangkan doktrinisasi serta propoganda yang jauh menyimpang dari nilai luhur keagamaan, kebangsaan, serta kearifan yang selama ini dijunjung tinggi masyarakat bumi arung palakka,”ungkap Yuliar.

Mantan Kapolres Tana Toraja, menambahkan toleransi antar umat beragama perlu senantiasa terpelihara dalam bingkai negara kesatuan republik Indonesia.

“Ini sebagaimana diaktualisasi kaidah nilai islam yakni “LA IQRAHA FIDDIN” tidak ada paksaan dalam hal keagamaan. Sekaligus menjadi refleksi bahwa islam adalah agama kedamaian yang senantiasa menjunjung nilai toleransi antar seluruh pemeluk agama,”tambah Yuliar.

Terpisah, Komandan Korem 141/TP, Kol.Inf.Moh.Hasan mengatakan saat ini pihaknya akan mendistribusikan buku karya Pangdam VII Wirabuana tentang Deradikalisasi di 27 Kecamatan di Kabupaten Bone.

“Langkah ini kami tempuh sebagai upaya pencerahan kepada masyarakat. Didalam buku tersebut yang merupakan besutan tokoh militer memuat segala macam bentuk propaganda atau model doktrin yang kerap dilangcarkan kelompok radikal/modus atau pola baru gerakan radikal pasca keruntuhan Alqaeda, serta upaya dalam menangkal semakin pergerakan kelompok berbahaya,”beber Moh.Hasan.

Lanjut, Kol.Inf.Moh.Hasan, mengharapkan dengan dirilisnya buku tersebut seluruh aparat penegak hukum mampu bersinergi dalam upaya antisipasi masuknya paham radikalisme dikabupaten Bone.

“Kami menghimbau seluruh Pemerintah Kecamatan, Koramil, serta Polsek untuk memperketat pengawasan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap pendatang baru dipelosok, salahsatunya dengan mengaktifkan kembali siskamling dan wajib lapor 24 jam bagi para tamu pendatang,”harapnya.(Yus)

Baca Juga

Bupati Bone Ajak Masyarakat Banyak Makan Telur

Dinkes Bone Tak Becus Cegah DBD

DKP Bone Dorong Produksi Budidaya Ikan

Ratusan Waria se Indonesia Timur Berkumpul di Bone


Comment