Pengolahan Limbah Tinja Filipina Akan Diterapkan Di Makassar

Pengolahan Limbah Tinja Filipina Akan Diterapkan Di Makassar
Pengolahan Limbah Tinja Filipina Akan Diterapkan Di Makassar

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Pemerintah Kota Makassar bersungguh-sungguh melakukan pembenahan lingkungan khususnya dalam pengolahan limbah.

Program yang dicanangkan pemkot Makassar melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) menyasar peningkatan pemanfaatan limbah terutama limbah air dan tinja melalui program Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (LLTT) telah mulai berjalan sejak tahun 2015 lalu.

Untuk meningkatkan kapasitas sekaligus bertukar pengalaman dalam hal tersebut, Pemkot Makassar melakukan kunjungan kerja di negara Filipina. Selain dari Makassar, Rombongan Indonesia terdiri dari beberapa daerah lain seperti Kota Bekasi, Balikpapan, Tabanan, Malang, Gresik dan Jakarta.

Kunjungan kerja selama tiga hari (25–28/4/2016) dipimpin Wakil Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal MI didampingi Kepala Dinas PU Makassar Muh Ansar serta Kabag Humas Firman Pagarra. Kunjungan tersebut juga atas undangan resmi USAid Amerika.

Dalam kesempatan itu, Syamsu Rizal beserta rombongan melakukan kunjungan ke berbagai instalasi pengelolaan limbah air dan lumpur tinja di berbagai wilayah di negara Filipina. Kunjungan pertama dilakukan di wilayah Manila pada proyek Maynilad Water Service, Inc (MWSI) yang telah mendapat berbagai bantuan teknis (TA) pembiayaan dari Bank Dunia.

MWSI Project 7 dikenal dengan nama “Veterans water Reclamation Facility” yang dijadikan sebagai prototipe kombinasi antara Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan Instalasi Pengolahan Lumput Tinja (IPLT) yang berlokasi di St.Anthony Village tepat di pusat kota Quezon Metro Manila.

“Sistem yang telah dikembangkan di sini telah terintegrasi antara IPAL dan IPLT dalam satu wilayah. Kita dapat melihat di tempat ini proses pengelolan limbahnya mampu mengolah 2403 /hari lumpur tinja dan 2400 m3/hari air limbah dengan sistem yang canggih. Hal ini bisa menjadi percontohan guna diterapkan di Makassar,” ujar Wakil Walikota Syamsu Risal pada kunjungan hari pertama.

Pada kunjungan di hari kedua dilakukan di wilayah Bay Laguna yang terletak di dalam DAS Laguna de Bay, danau terbesar kedua di Asia dan merupakan sumber penting air bersih untuk metro Manila. Dengan nilai proyek sebesar Rp 2,2 triliun, instalasi pengolahan dengan luas 3.300 meter2 tersebut, mampu melakukan penyaringan dan pemisahan secara mekanis dan juga memperkenalkan enzim biologycal ramah lingkungan yang mampu merubah air limbah bebas bau dan aman bagi lingkungan.

Makassar Tukar Pengalaman Pengololaan Limbah dan Lumpur Tinja dengan Filipina. IST Makassar Tukar Pengalaman Pengololaan Limbah dan Lumpur Tinja dengan Filipina. IST Kunjungan hari kedua juga menjadi istimewa karena rombongan Indonesia berkesempatan bertemu dengan walikota Bay Laguna, Bruno Ramos. Bay Laguna menjadi salah satu contoh penting dalam memperkenalkan gagasan bahwa perusahaan swasta dapat berinvestasi dalam pengelolan tinja untuk mendapatkan keuntungan bersama.

Pemerintah kota Makassar sendiri, dalam mengelola Tinja perkotaan telah memulai program dengan diawali sosialisasi program Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (LLTT) yang berada dibawah Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) kota Makassar.

“Semua harus dimulai dari pemahaman warga melalui sel terkecil kota yakni Lorong-lorong. Di Makassar khususnya hampir 80 persen warganya tinggal di Kawasan-Kawasan lorong,” ujar Wali Kota Danny Pomanto, saat menjadi pembicara utama dalam konferensi Sanitasi dan Air Minum Nasional yang digelar di Jakarta pada Oktober tahun lalu.

UPTD IPAL kota telah mempunyai manajemen kerja yang terdiri dari sosialisasi/pembinaan/penguatan kelembagaan, pelayanan penyedotan lumpur Tinja on call basic dan LLTT, pemeliharaan IPAL komunal, evaluasi kerja serta penyelenggaraan sensus data septic tank individual.

“Apa yang saya banggakan dari program LLTT ini yakni low budget dan mengikutserakan partisipasi warga kota. Sementara efek yang terjadi kemudian adalah dampak bagi kesehatan warga yang berkorelasi langsung dengan indeks kebahagian warga Makassar yang saat ini mencapai 75,91 persen serta terjaminnya sumber-sumber air tanah kita dari pencemaran,” ujarnya.


Comment