Diragukan Sehat, Penghuni Lapas Bone Batal Donor Darah

 Kalapas Bone saat ikut donor darah di Aula Lapas Watampone, Rabu (12/10/16)
Kalapas Bone saat ikut donor darah di Aula Lapas Watampone, Rabu (12/10/16)

BONE, BERITA-SULSEL.COM – Jelang Hari Dharma Karyadhika Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia ke 71, rangkaian kegiatan digelar disemua Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) seluruh Indonesia, diantaranya kegiatan donor darah seperti yang dilakukan oleh para pegawai Lapas Klas IIA Watampone, Rabu (12/10/16), sekitar pukul 09.00 Wita, di aula Lapas Watampone.

Setidaknya puluhan pegawai Lapas mengikuti tes kesehatan sebelum mendonorkan darah mereka. Tak hanya pegawai Lapas, donor darah ini juga diperuntukkan bagi para pegawai Balai Pemasyarakatan (Bapas) serta keluarga para penghuni Lapas Klas IIA Watampone.

Kepala Lapas Waampone, Raden Sunarhadihartadi, mengatakan kalau rencana awal sebenarnya para penghuni Lapas juga akan diikutkan jadi pendonor, hanya saja tidak diperbolehkan oleh dokter dari Palang Merah Indonesia (PMI).

“Sebenarnya kami sudah siapkan penghuni lapas untuk ikut donor darah karena kami yakin mereka sehat, hanya saja tidak diperbolehkan oleh dokternya” pungkas Sunarhadihartadi.

Dia berharap bisa mengumpulkan banyak kantong darah dari hasil donor darah ini, sayangnya banyak pegawai Lapas yang tidak layak donor karena kondisi tubuh mereka yang kurang sehat.

Terpisah, ketua PMI Bone, dr Abdul Kadir, mengatakan kalau batalnya donor darah oleh para penghuni Lapas adalah untuk alasan keamanan.

“Penghuni lapas tidak aman untuk diambil darahnya dan takutnya nanti menjangkiti pasien, jadi lebih amannya dihindari” jelas Abdul.

Baca Juga

Memasuki Musim Tanam, Bupati Bone Tudang Sipulung Bersama Warga Kahu

Kunjungi Lokasi Pengeboran Air Tanah, Bupati Bangga Bone Kaya Potensi

Jadi Kurir Shabu Lintas Kabupaten, Remaja Ini Dibekuk Polisi di Bone

Menurutnya, peralatan yang digunakan saat ini tidak memadai untuk mendeteksi penyakit para penghuni Lapas. Jika diantara mereka ada yang mengkonsumsi narkoba, itu akan sangat berbahaya karena tidak bisa dideteksi.

Sampai pukul 12.00 Wita, pihak PMI baru mengumpulkan sekitar 27 kantong darah. Kegiatan ini rencananya akan berlanjut hingga sore hari sambil penunggu pendonor dari pihak keluarga penghuni Lapas. (eka)


Comment