
BONE, BERITA-SULSEL.COM – Sembilan hari setelah kematiannya yang penuh misteri, Nur Anisa (17), siswi SMA kelas XI, tinggal di Desa Mattanete Kecamatan Palakka Kabupaten Bone ini akhirnya menguak kisah lain ketika ayah Nur, Hannase (45) mendatangi Mapolres Bone, Kamis (27/10/16) sore.
Bersama kerabatnya, Andas, ayah Nur melaporkan penyebab kematian putrinya pada pihak kepolisian Mapolres Bone.
“Nur meninggal karena minum sesuatu, mungkin racun” ujar Andas, kerabat Nur.
Keluarga Nur sendiri sudah pasrah dengan kepergian Nur, namun belakangan beredar cerita dari teman-teman Nur, kalau Nur bunuh diri karena sedang hamil dan kekasihnya enggan bertanggungjawab.
“Kata temannya Nur sedang hamil lima bulan, keluarga kami tidak tahu karena kelakuan Nur juga biasa saja” lanjut Andas.
Selama lima bulan terakhir, keluarga Nur tidak melihat kejanggalan apa-apa dan Nur tetap beraktivitas seperti biasa.
“Nur terlihat biasa, makannya, sikapnya, tidak ada tanda kalau dia hamil” tambahnya.
Setelah sembilan hari berlalu, keluarga Nur akhirnya memutuskan untuk melapor kepada pihak kepolisian karena mulai yakin dengan kebenaran cerita teman-teman Nur.
Kekasih Nur sendiri, Ewil (19), kini diamankan di rumah Kepala Desa Mattanete, Muh Tahir, karena khawatir aksi main hakim sendiri dari pihak keluarga Nur yang mulai berang dengan perbuatan Ewil.
“Ewil itu tetangga Nur, kata temannya tidak mau tanggungjawab karena rencana mau daftar masuk polisi” ungkap Andas.
Menanggapi laporan ini, Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Hardjoko, mengatakan masih harus menyelidiki kebenaran kasus tersebut sebelum mengambil tindakan hukum.
“Kami masih selidiki, kalau untuk penangkapan, mungkin itu nanti setelah jelas bahwa dia pelaku” jelas Hardjoko.
Baca Juga
Radio SBB Bone Gelorakan Sumpah Pemuda Dengan Lomba Orasi Kebangsaan
Tuntut Pesisir Pantai Bajoe, Suku Bajo Gelar Demo di Kantor DPRD Bone
Miliki Senpi, Pemuda Pengedar Shabu di Bone Dibekuk Polisi
Untuk mengetahui apakah benar Nur meninggal dalam keadaan hamil dan mengetahui sebab pasti kematiannya, Hardjoko berencana akan membongkar makam Nur dan melakukan autopsi dengan seijin keluarga Nur.
“Kalau diperlukan, kami akan lakukan autopsi terhadap korban , tapi itu nanti kalau memang benar ada kejanggalan dalam kasus kematiannya dan pasti koordinasi dulu dengan keluarganya” tutup Hardjoko. (Eka)
Comment