Wabup Bulukumba dan Wakapolres Komitmen Berantas Pungli

Wabup Bulukumba dan Wakapolres Komitmen Berantas Pungli

BULUKUMBA, BERITA-SULSEL.COM – Wakil Bupati Bulukumba Tomy Satria Yulianto S. IP memastikan pihaknya akan menindak segala bentuk pungutan liat atau Pungli. Hal ini akan dilakukan dengan melibatkan pihak kepolisian.

Hal ini disampaikan Tomy saat membuka kegiatan sosialisasi yang di adakan Satgas Saber Pungli Kabupaten Bulukumba di Aula Kantor Bupati Bulukumba, Selasa (21/2/2017) kemarin.

Baca Juga : Begini Aksi Sosial yang Dilakukan Polisi di Bulukumba, Patut Dicontoh

Kegiatan ini mengangkat tema yakni “Pencegahan dan Penertiban Sapu Bersih (Saber) Pungutan Liar (Pungli) Di Lingkungan Dinas Perhuhungan kabupaten Bulukumba”, acara ini dihadiri oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Perhubungan Kabupaten Bulukumba.

Semenjak dikukuhkan Pemerintah Daerah, Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) Kabupaten Bulukumba terus bergerak cepat untuk membangun sistem pencegahan dan pemberantasan pungutan liar.

Baca Juga : Kapolres Bulukumba Dukung Gerakan Pelajar Anti Narkoba serta Cerdas Hukum

Sebelumnya, Wakil Bupati Bulukumba Tomy Satria Yulanto juga telah mengukuhkan Satgas Saber Pungli yang diketuai Wakapolres Bulukumba Kompol Agus Khaerul, SH MH, di Ruang Pola Kantor Bupati Bulukumba, Selasa (27/12/2016) beberapa bulan yang lalu.

Tomy mengingatkan, agar ASN Dishub yang hadir agar jangan sampai ada yang melalukan pungli dan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Dishub.

Baca Juga : Mahasiswa Bulukumba Desak Pemerintah Larang Warga Asing Terlibat Pembuatan Perahu Phinisi

“Peluang pungli di Dishub itu sangat terbuka, dikarenakan adanya tempat pengurusan KIR, pemungutan retribusi serta perizinan-perizinan lainnya,” imbuhnya.

Orang No 2 di Kabupaten Bulukumba ini juga menghimbau, agar jangan coba-coba lakukan pungli, yang memberi dan menerima sama-sama bisa di pidana dan hukumannya sangat berat.

Ketua Tim Satgas Saber Pungli sekaligus Waka Polres Bulukumba Kompol Agus Khaerul, SH. M.H bertindak sebagai Pemateri dalam kegiatan sosialisasi tersebut menjelaskan, Pungli berdampak buruk dalam kehidupan.

“Pungli bukan hanya menyebabkan ekonomi biaya tinggi, namun dapat merusak tatanan masyarakat serta menghambat pembangunan dan menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat kepada pemerintah,” ungkap Kompol Agus Khaerul.

“Untuk itu kami akan membangun system pencegahan dan pemberantasan di Kabupaten Bulukumba, Kami akan memanfaatkan teknologi informasi dan melakukan operasi tangkap tangan, tambah Agus. (erwin)


Comment