
MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Masuknya Tiga politisi Senayan asal Sulsel yang diduga terlibat Korupsi e-KTP telah mencoreng nama besar masyarakat Sulawesi Selatan sebagai provinsi yang melahirkan sejumlah tokoh nasional.
Pasalanya, ketiga Politisi ini disebut-sebut ikut menikmati dana korupsi proyek e-KTP, bahkan mereka terlibat dalam pembagian dengan nilai hingga miliaran rupiah.
“Kita sebagai putra Sulsel merasa kecewa dengan keterlibatan ketiga politisi asal Sulael, mereka telah tercoreng nama besar Sulsel,” kata Ilyas Ketua Bidang Sospol Badko HMI Sulselbar.
Apa lagi, kata dia, keterlibatan mereka bertiga, disebut dalam persidangan kasus dugaan korupsi yang terdakwa Mantan Dirjen Dukcapil Kemendagri Irman di Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta Selatan.
Ketiga politisi senayan asal Sulsel kecipratan uang “haram” kasus tender e-KTP ini diantaranya Markus Nari kebagian Rp4 miliar atau 13.000 US Dollar, mantan Ketua Fraksi Demokrat Djafar Hafsah senilai US$100 ribu dan mantan Wakil ketua Bangar DPR RI Tamsil Linrung senilai US$700 ribu
Sementara itu, Wakil direktur Forum Pemantau Pelanggaran Hukum (PMP2H) Sulsel, Zulkarnain Bhona mengatakan, ketiga politisi ini sungguh memalukan.
“Ketiga politisi yang diduga terlibat dalam kasus korupai e-KTP bikin malu orang Sulsel. Memegang teguh budaya “Siri’ Na Pacce”, jika mereka benar terbukti, itu namanya tidak punya Siri’ (Malu)”,kata Zulkarnain.
Zulkarnain meminta KPK mengusut tuntas keterlibatan tiga politisi asal Sulsel dan mendorong KPK untuk transparan dan membuka secara terang benderang kasus yang merugikan negara sebesar Rp2,3 triliun.
Keterlibatan 52 orang anggota komisi II yang dikabarkan ikut terlibat dan menikmati uang hasil korupsi dana e-KTP harus tangkap.
“Kasus ini harus segera dituntaskan, jika benar ketiga politisi ini terbukti, kami selaku warga Sulsel mendesak ketiganya untuk angkat kaki dari Sulsel,” tegasnya. (upi)
Comment