
BERITA-SULSEL.COM – Program Pemerintah kota (Pemkot) Makassar di bidang kebersihan seperti MTR dan LiSA menghadapi tantangan di lapangan. Meski Pemkot Makassar melalui dinas terkait terus menyuarakan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, masih saja ada yang abai menjalankan.
Berbagai program yang digagas dan dibarengi dengan penyediaan infrastruktur pendukung tak cukup menggugah kesadaran seluruh elemen masyarakat. Di tengah besarnya harapan warga, melihat perubahan di kota Anging Mammiri, di saat pemerintah bahu – membahu bersama warga menciptakan Makassar dua kali tambah baik, toh masih juga dijumpai adanya entitas tertentu yang ingin mencederai perjuangan pemerintah bersama masyarakatnya.
Seperti yang nampak kemarin (25/03/2017) di Jalan Maipa, Kepala Bidang Drainase Dinas Pekerjaan Umum Makassar Fuad mendapati tumpukan karung berisi sampah yang jumlahnya hingga 3 karung beras berkapasitas 25 kg.
Asal tiga karung sampah itu juga masih menjadi teka – teki, mengingat lebar drainase dan kedalamannya tidak mampu mengalirkan bobot sampah seberat itu. “Apalagi karungnya terikat dan berisi sampah dari bungkus bekas makanan dan minuman kemasan,” heran Fuad.
Selain itu, ada juga karung sampah yang dibiarkan terbuka sehingga kotorannya berceceran di drainase ditambah sekantong besar berisi sampah yang ikut menyumbat drainase.
Mendapati kondisi itu, Fuad yang datang bersama satgas drainase langsung mengangkat tumpukan sampah yang menyumbat aliran air. Hasilnya, air yang tadinya menggenangi jalan Maipa, jalan Penghibur, dan sekitarnya berangsur – angsur surut.
Fuad tak habis pikir, masih ada saja orang yang tega mengotori kota dengan tumpukan sampah, mencederai kerja keras pemerintah kota bersama masyarakat memerangi sampah dan genangan.
Apalagi, dalam waktu dekat Makassar segera memasuki masa penilaian Adipura. Batu sandungan dan kerikil tajam akan menghadang di jalan panjang meraih Adipura.
Meski di berbagai kesempatan Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto menyebut Adipura bukanlah tujuan melainkan motivasi untuk bekerja lebih giat dan meraih prestasi yang lebih baik.
Fuad tetap saja menyayangkan perilaku entitas tertentu yang setengah hati ingin melihat Makassar dua kali tambah baik, khususnya di bidang kebersihan.
“Inilah tantangan bagi pemerintah kota yang mesti ditaklukkan dengan upaya yang tak kenal lelah,” kata Wali Kota Danny di rumah jabatannya, Minggu, (26/03/2017).
Comment