
PALOPO, BERITA-SULSEL.COM- Puluhan mahasiswa yang mengatas namakan dirinya Aliansi Solidaritas Untuk Seko, Sabtu pagi (8/4/17), turun kejalan menggelar aksi unjuk rasa di Lagota, Kawasan Pusat Niaga Palopo (PNP), Kota Palopo.
Para mahasiswa ini menyuarakan penolakannya terhadap rencana pembagunan PLTA di Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara oleh Pemerintah Kabupaten Luwu Utara bersama PT. Power Prima Seko, serta meminta dihentikannya kriminalisasi warga Seko yang diduga dilakukan oleh sejumlah oknum pejabat di Luwu Utara, sekaitan untuk memuluskan langka pembagunan PLTA.
Baca Juga : KPU Palopo Launching Rumah Pintar Pemilu
“Setiap pemberian izin pemanfaatan sumber daya alam di wilayah masyarakat adat Seko harus atas persetujuan masyarakat adat Seko, pemerintah wajib memberdayakan, melestarikan, melindungi dan menghormati lembaga adat Seko,” ujar demonstran yang dipimpin oleh Sri Purgawanti kala itu.
Kata Sri, pihaknya menolak pembagunan PLTA Seko dan hentikan kriminalisasi terhadap masyarakat Seko dan tarik anggota Polres Luwu Utara dari Seko.
Baca Juga : Dosen Palopo Lakukan Teror Bom di Bandara Bua Luwu
“Kami mendesak Kapolda Sulsel menuntaskan pelanggaran Perda Tata Ruang Kabupaten Luwu Utara dan izin prinsip yang sudah kadaluarsa, serta hentikan pengrusakan tanaman petani, jangan rampas tanah rakyat,”ujarnya.
Selain itu, demonstran juga menyuarakan bahwa tidak ada lagi alasan bagi Pemerintah Kabupaten Luwu Utara dan PT. Power Prima Seko untuk melanjutkan pembagunan PLTA Seko, karena menurut demonstran hal itu dianggap mengangkangi hak masyarakat adat Seko dan mengangkangi aturan yang ada.
Baca Juga : Putra Palopo-Toraja Ini Cipatakan Drone Untuk Pertolongan Kecelakaan Laut
Tak hanya menggelar orasi di depan PNP, para demonstrasi juga berjalan kaki kebeberapa tempat-tempat stategi di Kota Palopo sambil mengutarakan aspirasi mereka.(zadly)
Comment