Dinas Pertanian Soppeng Musnahkan Ribuan Tikus Sawah

Dinas Pertanian Soppeng Musnahkan Ribuan Tikus Sawah

SOPPENG, BERITA-SULSEL.COM – Hama tikus menyerang sebagian besar tanaman padi milik petani di Kabupaten Soppeng. Hal ini membuat hasil panen menurun.

Mengantisipasi hama tikus yang menyerang, Dinas Pertanian Kabupaten Soppeng bekerja sama dengan Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Selatan membasmi hama tikus sawah dengan cara meracun atau membom.

baca Juga : Pemda Soppeng Evaluasi Layanan Publik untuk Pelaksanaan Otonomi Daerah

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Soppeng, Andi Fajar mengatakan, pembasmian tikus tersebut guna mengevaluasi penurunan hasil panen tahun lalu. Kegiatan tersebut bisa meningkat lagi hasil panen.

Menurut Andi Fajar, dari delapan kecamatan, hanya beberapa desa yang mengikuti pembasmian hama tikus. Sebab, beberapa desa sudah memasuki musim tanam padi.

“Pembasmian hama tikus tersebut menggunakan sedikitnya 36 ribu buah racun alpostrian dengan melibatkan pengendali organisme penganggu tanaman ( POPT) disetiap kecamatan dan dibantu masyarakat,” ujarnya, Selasa (25/4/2017).

Baca Juga : Polisi di Soppeng Kembali Tangkap Dua Terduga Pengedar Narkoba Jenis Sabu

Kata dia, tikus yang berhasil dibasmi di delapan kecamatan yakni Marioriwawo diikuti 3 desa dengan jumlah tikus mencapai 3.443 ekor, Kecamatan Liliriaja diikuti 8 desa dengan jumlah tikus yang dibasmi 6.858 ekor. Kecamatan Citta melibatkan 1 desa dengan 200 ekor tikus yang dibasmi.

Sementara, Kecamatan Lilirilau melibatkan 5 desa dengan jumlah tikus yang dibasmi 1.828 ekor, untuk Kecamatan Ganra melibatkan 2 desa dengan 1.763 ekor tikus yang dimusnahkan. Kecamatan Lalabata yang diikuti 6 desa membasmi 725 ekor hama tikus. Kecamatan Donri-donri melibatkan 2 desa membasmi 70 ekor tikus. Kecamatan Marioriawa melibatkan 2 desa dengan membasmi 243 ekor hama tikus.

Baca Juga : Polisi di Soppeng Tembak Mati Pengedar Narkoba

“Jika tidak segera dikendalikan, dikhawatirkan dapat menurunkan hasil panen seperti tahun sebelumnya yang menurun drastis sekitar 300 kilo perhektar,” ujarnya.

Andi Fajar berharap, pengendalian ini dijadikan agenda rutin sebelum turun ke sawah dengan cara pembasmian tikus secara kimia maupun biologis. (Henrik)


Comment