
LUWU, BERITA-SULSEL.COM – Upaya pengosongan lahan milik Pemerintah Kabupaten Luwu di Desa Karetan, Kecamatan Walenrang, Kabupaten Luwu, Kamis siang (4/5/17) berlangsung ricuh, puluhan ibu-ibu dan anak-anak diangkut paksa oleh aparat Polisi Wanita dibantu Satpol PP.
Warga yang berusaha menghadang aparat, terpaksa ditindak karena menghalang-halangi proses pengosongan lahan milik Pemkab Luwu tersebut, yang telah dihibahkan pada pihak kampus Universitas Andi Djemma, Palopo.
Baca Juga : Antisipasi Aksi Telanjang, Polisi Luwu Siapkan Sarung
Wakapolres Luwu, Kompol Abraham Tahalele, mengatakan ada 10 orang warga yang diamankan dan saat ini mendapat pembinaan di Polsek Walenrang.

“Satu warga lainnya kita tangkap karena membawa senjata tajam yang berpotensi melukai anggota kita, sementara yang lain hanya kita amankan, nanti akan dilepas setelah dilakukan pembinaan, “jelas Abraham Tahalele yang ditemui disela-sela kegiatan pengosogan lahan.
baca Juga : Polres Luwu Amankan 43 Gram Sabu dan Tangkap Mantan Anggota TNI
Kericuhan bermula ketika puluhan warga yang menguasai lahan tersebut, memilih bertahan dan tidak mau mengosongkan lahan yang sudah ditanami padi. Bahkan mereka membentangkan spanduk penolakan.
Pengosongan lahan ini dikawal ratusan personil gabungan TNI, Polri dan Satuan Polisi Pamong Praja. Kericuhan terjadi sekitar 10 menit dan aparat berhasil menguasai lahan tersebut tanpa menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka.
Baca Juga : Wabup dan Kadisdik Luwu Pantau Pelaksanaan UNBK
Alat berat berupa eskavator pun saat ini sudah mulai meratakan tanaman padi yang tumbuh di atas lahan yang akan dijadikan lokasi pembangunan kampus baru Unanda Palopo.(zadly)
Comment