
Oleh : Anggraini Fitri Wijayanti
Mahasiswa FKM UMI
BATUK produktif adalah keadaan di mana keluarnya dahak saat batuk. Keluarnya dahak ini dapat berasal dari hidung, maupun dari kerongkongan yang berasal dari paru-paru. Beberapa kondisi yang menyebabkan batuk berdahak yaitu infeksi virus atau bakteri, penyakit paru yang telah lama, dan merokok.
Berbeda dengan batuk produktif, batuk nonproduktif tidak mengeluarkan dahak dan lebih bersifat ‘kering’ yang maka dari itu sering dikenal dengan batuk kering. Batuk jenis ini biasanya terjadi ketika gejala flu akan berakhir. Beberapa penyebab yang memberikan reaksi akan munculnya batuk nonproduktif yaitu debu atau asap rokok yang masuk ke dalam tubuh, alergi, obat-obatan, dan saluran pernapasan yang tersumbat.
Di Indonesia, penyakit ini merupakan salah satu yang mengambil korban tiap tabunnya. Jumlah penderita batuk di Indonesia menduduki peringkat ketiga terbesar setelah India dan China, dengan angka kematian sebesar 175.000 per tahun dan kasus 450.000 per tahun (Berita DEPKES RI).
Kawasan Indonesia Timur merupakan daerah yang banyak penderitanya. Prevalensi penderita batuk di Nusa Tenggara Timur dan Timor Timur adalah 700 per 100.000 penduduk. Penyakit ini ditemukan terutama diantara rakyat jelata yang gizinya tidak memadai dan hidup dalam keadaan sosial-ekonomi rendah.
Dilansir dari Penyakittbc.org, umumnya penderita batuk dapat diobati dengan pemberian antibiotik oleh dokter. Pengobatan secara teratur sekitar 6-12 bulan dapat mencegah batuk kambuh kembali. Namun kenyataanya hal tersebut tidak selalu menjamin penyembuhan. Pemberian antibiotik secara terus menerus akan menimbulkan efek samping bagi fungsi organ tubuh lainnya.
Tentunya penderita batuk tidak dapat menggantungkan pengobatan secara terus-menerus dengan mengkonsumsi obat-obatan dokter. Pengobatan tradisional dengan mengkonsumsi obat-obatan herbal yang ada disekitar kita dapat dimanfaatkan sebagai obat untuk mengatasi dengan mengobati batuk.
Salah satunya adalah pohon jarak. Pohon jarak adalah tumbuhan liar yang biasa di dapati di hutan, tanah kosong, didaerah pantai, sering juga di kembangbiakkan dalam perkebunan.
Biji, akar, daun, dan minyak dari bijinya dapat di manfaatkan untuk kesehatan. Tidak banyak orang yang mengetahui manfaat jarak pada bagian akarnya. Ternyata akar pohon jarak dapat digunakan bagi penderita batuk.
Cara pengobatan dengan menggunakan akar pohon jarak terbilang sederhana. Cukup dengan mengambil 15-30 gram akar pohon jarak, setelah itu akar tersebut dibersihkan dan direbus dengan air tujuh gelas sampai mendidih, dan tersisa dua gelas. Air rebusan tersebut diminum pagi dan sore hari. Ulangi sampai tiga kali rebusan baru akar tersebut diganti.
Comment