Ini Analisis Politik Gubernur LIRA Sulsel Soal Pilgub 2018

Ryan Latief. Foto : Ist

Ryan Latief

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Gubernur Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Sulawesi Selatan, Ryan Latief mengatakan, konstalasi politik jelang pendaftaran Calon Gubernur Sulawesi Selatan dan wakilnya masih cukup dinamis.

Semua masih bisa berubah, sehingga belum ada kandidat yang betul-betul aman mengantongi rekomendasi untuk maju bertarung. “Rekomendasi atau dukungan partai politik di Pilgub Sulsel bisa saja berubah dimenit akhir jelang pendaftaran. Selain Nurdin Halid, dengan rekomendasi Partai Nasdem, semua dukungan partai masih bisa berubah,” ujarnya, Rabu (15/11/2017).

Coba perhatikan Nurdin Abdullah yang berpasangan dengan Sudirman, kata Ryan, mereka belum berani pasang di baliho Parpol pendukungnya. “Jika sudah fix 100 persen, seharusnya NA sudah pasang gambar Parpol pendukung disetiap balihonya. Tapi, kita lihat bersama itu tidak ada,” ujarnya.

Ryan juga meyakini akan ada kejutan politik menjelang pendaftaran pasangan calon Gubernur Sulsel di KPU. “NH saja masih bisa berubah jika saja Setya Novanto ditahan oleh KPK. Jadi, balon gubernur Sulsel semuanya belum 100 persen menjadi calon. Sehingga, masyarakat harus lebih jeli dan teliti. Tahapan ini masih panjang,” ujarnya.

Menurut Ryan, dalam politik, suatu yang mengejutkan bisa saja terjadi seperti hadirnya pasangan Agus Arifin Nu’mang – Aziz Qahar Mudzakkar (Agus-AQM) “Ini hanya dugaan saya, jika hal ini terjadi, maka paket Agus-AQM menjadi pasangan paling sempurna,”paparnya.

Itulah politik, jelas Ryan, semua bisa terjadi. Beberapa waktu lalu, Agus sudah menjalin komunikasi dengan Nurdin Halid. “Apa yang saya pikirkan tadi, bisa saja terjadi jika ada hal yang luar biasa terjadi,” ujarnya.

“Sementara dalam kaca mata saya, pasangan NA-Sudirman bukanlah kandidat kuat. Mereka tidak punya basis massa yang besar dan riil. Beda dengan NH, IYL, AQM,” tambahnya.

Untuk itu, tambah Ryan, hanya ada dua pasangan yang hampir sama kuat dipertarungan kekuasaan ini, yakni NH dan IYL. Keduanya punya kelebihan yang tidak dimiliki pasangan NA.

“Jika dibandingkan dengan Agus, Agus lebih berkompeten secara birokrasib dibanding NA. Jika 4 kandidat bisa maju bertarung, cuma 3 pasangan ini yang patut diperhitungkan yakni Agus, NH dan IYL,” paparnya.

“Popularitas NA hanya pada level permukaan saja, itu pun hanya dibantu pemberitaan media dan medsos. Namun, di akar rumput tidak begitu populer,” paparnya. (*)

 

 

 


Comment