Keren…Desa Ini Jadi “Kiblat” Kampung Ramah Disabilitas di Bone

BONE, BERITA-SULSEL.COM — Terletak di Desa Mallari dan Desa Carigading Kecamatan Awangpone Kabupaten Bone, kedua desa ini rupanya jadi desa percontohan karena sangat nyaman dihuni oleh para disabilitas. Tidak ada istilah diskriminasi di kedua desa ini, bahkan pertemuan membahas disabilitas serta kesetaraan gender rutin dilakukan.

Dihadiri kelompok disabilitas Desa Mallari, pemerintah Desa Mallari, BPD  Desa Mallari, pendamping lokal Desa Mallari, P3MD Kabupaten Bone, LPP Kabupaten  Bone, PPDI Kabupaten Bone, Mahasiswa STAIN Watampone dan YASMIB Sulawesi, pertemuan yang digelar beberapa waktu lalu, bertujuan menyampaikan informasi atau mendapatkan pengetahuan tentang informasi layanan yang ada didesa, salah satunya informasi dasar, seperti bagaimana mendapatkan informasi tentang kesehatan, pendidikan, ekonomi informasi tentang layanan adminduk dan lain sebagainya.

Lahirnya program Standar Pelayanan Minimal (SPM) Desa, dibuat untuk mendekatkan, mempermudah, transparansi dan efektif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat (Pasal 2). Tujuannya, mendorong percepatan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan kewenangan desa dan menjadi kontrol masyarakat kepada pemerintah (Pasal 3). 

Sederhananya SPM Desa adalah ketentuan tentang jenis dan mutu pelayanan yang merupakan urusan Desa yang berhak diperoleh setiap masyarakat Desa secara minimal. Pelayanan dimaksud tentu saja yang responsif gender dan inklusif sehingga tidak ada lagi kelompok yang tertinggal, termasuk kelompok disabilitas. 

Pemaparan materi oleh Suardi Mandang selaku Tenaga Ahli P3MD Kabupaten Bone), mengatakan bahwa semua masyarakat harus  berpartisipasi dalam pembangunan desa, ketika ada Standar Pelayanan Minimal (SPM)  tentu akan membuat Desa Mallari bisa lebih mendapatkan akses dalam memberikan informasi.

“Contoh pelayanan yang inovasi salah satunya adalah ketika ada masyarakat atau warga yang ingin mengurus KTP/BPJS, itu akan gampang masyarakat mengaksesnya karena sudah tersedia di desa” katanya. (eka)


Comment