GOWA, BERITA-SULSEL.COM – Polres Gowa mulai meningkatkan pengawasan dan pengamanan di semua sektor termasuk penggunaan cyber menjelang pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sulsel Juni mendatang.
Pengguna media sosial seperti Facebook, Instagram, WhatsApp dan sarana komunikasi publik lainnya kerap menampilkan postingan yang kerap memicu konflik internal, baik golongan dan komunitas besar.
Aksi provokasi dalam dunia cyber inilah yang kemudian membuat jajaran Polres Gowa melakukan pengawasan dan pengamanan terhadap akun-akun facebook yang melempar isu sara dan provokasi lainnya.
“Menyikapi tahapan Pilgub ini, kita
dihadapkan pada kemungkinan meningkatnya serangan hoax, berita negatif, black campaign dan block campaign yang ada di medsos. Guna mengantisipasi dan mencegah terjadinya konflik akibat hoaxnya tersebut, kami diperintahkan untuk melakukan cyber patrol atau patroli maya,” ujar Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga kepada media, di Sungguminasa, Kamis (1/2/2018).
Shinto mengatakan, meningkatnya serangan hoax telah memaksa kepolisian untuk meningkatkan pengawasan dan pengamannya jelang pesta demokrasi itu.
“Hanya saja, sayangnya kami punya keterbatasan dan kerap tidak melihat akun-akun penyebar hoaxnya dan sebagainya. Kami minta dukungan dan partisipasi masyarakat untuk membantu kepolisian dalam menjajaki akun-akun tersebut, khususnya awak media,” ujarnya.
“Jika ada kondisi terkait dengan tahapan Pilgub yang bisa berdampak besar di Gowa dan cenderung memanaskan suasana, tolong diinfokan segera dan bantu kami melakukan patroli dunia maya ini,” jelas Shinto didampingi para humas Polsek dalam wilayah hukum Polres Gowa.
Kata Shinto, selama dua bulan lebih menjabat Kapolres di Kabupaten Gowa, dirinya banyak mempelajari serta mengetahui kondisi perpolitikan di Gowa.
“Istilahnya, Gowa ini hangat-hangat kuku sehingga sedikit saja dipanasi maka sudah terbakar. Agar tidak terbakar, mari kita sama-sama menertibkan pihak yang sengaja mau membuat kegaduhan di Gowa,” tambahnya.
Shinto berharap, media dapat menangkal dan mengatasi gejolak di masyarakat dengan menampilkan pemberitaan yang mampu mencerahkan dan meluruskan kondisi yang dilempar pihak tertentu dalam bentuk hoax. (An).
Comment