GOWA, BERITA-SULSEL.COM – Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan bersama Wabup, Abd Rauf Malaganni melakukan pencetakan perdana SPPT (Surat Pemberitahuan Pajak Tertunggak) untuk wajib pajak di Gowa.
Pencetakan perdana lembaran SPPT tersebut dilakukan bupati dan wabup di ruang operasional pencetakan SPPT pada Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Gowa disaksikan Kepala Bapenda, Ismail dan para camat dari 18 kecamatan wilayah Gowa, Senin (19/2/2018) .
Kepada media, Bupati Adnan mengatakan, keberadaannya diruang operasional selain memulai pencetakan perdana lembaran SPPT, dia bersama Wabup Rauf juga melakukan pengecekan terhadap kesiapan Bapenda dalam penyiapan SPPT untuk wajib pajak khususnya pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan Perkotaan (PBB-PP) serta BPHTB (Bea Perolehan Hak Tanah dan Bangunan).
“Sekarang dimulai pencetakan perdana dan saya lakukan pengecekan dengan kesiapan alat-alatnya apakah dalam kondisi baik atau tidak. Dan saya lihat kondisinya baik dan tidak ada kendala. Yang penting mesinnya tidak bermasalah,” kata bupati.
Pencetakan yang dilakukan dengan hitungan 400 lembar SPPT per hari ini tambah bupati, diharapkan berjalan maksimal khususnya dapat didistribusi dengan baik ke para wajib pajak baik yabg ada di kota maupun di desa.
Ditanya soal target PAD (Pendapatan Asli Daerah), Adnan mengatakan, saat ini PAD Gowa sebesar Rp 189 miliar.
“Saya tentu punya keinginan menaikkan target lebih dari target sekarang. Karena itu saya punya cara untuk mengoptimalkan keinginan itu, dengan memberikan surat edaran kepada seluruh pengusaha yang ada di Gowa termasuk pengusaha tambang di Kecamatan Parangloe dan pengusaha properti di Gowa karena rata-rata NPWPnya tidak di Gowa tapi Makassar. Makanya saya mau buat edaran untuk para pengusaha agar wajib membuat NPWPnya di Gowa. Kalau cara ini berjalan maja saya yakin bisa menaikkan PAD minimal 100 miliar lagi,” tandas Adnan.
Bupati pun mencontohkan Unhas Gowa yang terletak di Bontomarannu dan sejumlah lembaga besar lainnya agar pengelola masing-masing mengubah NPWP mereka dari semula berNPWP Makassar menjadi NPWP Gowa.
Terpisah Kepala Bapenda Gowa, Ismail mengatakan, untuk SPPT tahun 2018 ini dicetak sebanyak 400 ribu lebih lembaran. SPPT ini akan dicetak nonstop selama dua bulan dengan hitungan per hari tercetak 400 lembar (SPPT wajib pajak).
“Kita harus rampungkan penerbitan/pencetakan itu selama dua bulan ini karena jadwal retribusi SPPT ke wajib pajak dimulai April 2018,” kata Ismail. (An)
Comment