Laporan : Muhammad Akbar
Mahasiswa Teknik Elektro Unhas
BERITA-SULSEL.COM – Indonesia darurat sampah, yah kalimat ini sangat sesuai menggambarkan kondisi negara kita saat ini.
Indonesia mendapat prestasi luarbiasa sebagai penghasil sampah plastik terbesar ke-dua di dunia baik di daratan perkotaan, perairan, hingga pulau-pulau terluar.
Hal inilah yang mendasari tim PKM-KC Universitas Hasanuddin yang terdiri dari Asrul (Ilmu Kelautan), Muhammad Akbar (Teknik Elektro) dan Syafriman Ali (Ilmu Kelautan) dibawah mimbingan fosen FIKP Unhas, Banda Selamat membuat Inovasi teknologi yang akan menjadi Solusi permasalahan sampah plastik di Pulau 3 T (Terluar, Terdepan dan Tertinggal)
Syafriman Ali mengatakan, sampah Plastik akan menjadi bencana jika dibiarkan terus menerus.
“Jika dilihat dari sudut pandang yang berbeda maka sampah bisa diubah menjadi berkah,” ujarnya, Sabtu (23/6/2018).
Kata dia, sampah plastik bisa diubah menjadi BBM karena pada dasarnya material yang digunakan untuk memproduksi plastik adalah BBM.
Ketua tim PKM-KC Unhas, Asrul mengatakan, inovasi yang dibuat pada alat ini adalah menambah komponen panel surya sebagai sumber energi listrik.
Kata dia, menggunakan komponen pemanas listrik sehingga tidak menghasilkan Gas buangan dan lebih ramah lingkungan serta model alat yang lebih inovatif sehingga seluruh komponen alat berada dalam satu rangka dan memudahkan mobilisasi alat.
“Alat ini akan diterapkan dikawasan pesisir dan pulau pulau kecil,” ujarnya.
Menurutnya, keunggulan alat ini lebih ramah lingkungan karena tidak menghasilkan limbah buangan, efektif dalam mengubah sampah plastik menjadi energi alternatif, menghasilkan eneri listrik dan bahan bakar minyak yang bisa dimanfaatkan masyarakat pesisir untuk kebutuhan sehari-hari.
“Alat ini masih dalam tahap pengembangan untuk memaksimalkan kerja alat sehingga bisa lebih efektif, efisien dan menjadi teknologi tepat guna untuk masyarakat 3 T (Tertinggal, Terluar , Terdepan),” terangnya. (*)
Comment