BONE, BERITA- SULSEL.COM — Perjuangan kaum disabilitas untuk bisa diterima layaknya manusia normal lainnya, patut diacungi jempol.
Salah satu lembaga yang aktif memperjuangkan disabilitas yakni Yayasan Swadaya Mitra Bangsa (YASMIB) yang kini berusaha menjadikan Kabupaten Bone sebagai kota inklusi atau kota ramah disabilitas.
Andi Muh Hidayat, selaku Staf Divisi Analisis Hukum dan Kebijakan Publik, Yasmib Sulsel, menegaskan kalau saat ini tidak boleh lagi ada rasa iba atau kasihan terhadap kaum disabilitas karena mereka punya hak dan kewajiban yang sama seperti masyarakat lainnya.
Masih adanya perlakuan yang membuat disabilitas merasa terkucilkan, menurut Andi, sudah tidak sepantasnya dilakukan oleh para pemangku kebijakan. Terutama bagi para Kepala Desa yang masih terkesan membeda-bedakan pelayanannya.
“Semua orang itu bisa disabilitas dalam hitungan detik, itu pemahaman yang harus kita sampaikan ke kepala desa” tegasnya disela diskusi tentang disabilitas di salah satu Cafe yang ada di Bone, Jumat (27/7/18) pagi.
Hal senada juga diungkapkan Ketua FK LSM, Suardi Mandang yang akrab disapa Ator. Menurutnya, sekarang bukan lagi waktunya memandang disabilitas dengan iba karena mereka juga punya potensi yang luar biasa.
“Persoalan disabilitas itu lebih menonjol pada empati atau belas kasihan, sekarang waktunya bagaimana mengekspos kemampuan dan prestasi disabilitas supaya jadi inspirasi dan pembelajaran bagi kaum disabilitas” pintanya.
Kegiatan disabilitas ini sendiri rutin dilakukan, bahkan ketua Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Bone, Andi Takdir, hampir setiap hari menghabiskan waktunya untuk mendatangi dan mendata para penyandang disabilitas. Mereka kemudian dibina sesuai bakat, entah itu dibidang kesenian maupun olahraga. (eka)
Comment