Siswa Ditikam Saat Tidur, Begini Kondisi Asrama SUPM Bone

BONE, BERITA-SULSEL.COM — Pasca kasus penganiayaan terhadap siswanya, Wakil Kepala Sekolah bidang kesiswaan SUPM Bone, Alwi Mulato, mengatakan kondisi sekolah seperti biasanya.

Sebelumnya memang sudah ada aturan jaga pos oleh 9 caraka yang ditugaskan patroli keliling saat malam hari.

Selain para caraka, juga ada 2 orang anggota Brimob yang disiagakan untuk membantu pengamanan sekolah.

Baca Juga

Pelaku Penikaman Siswa SUPM Bone Diduga Orang Dalam

Sayangnya, lokasi sekolah yang sangat luas dengan banyak pepohonan serta pagar yang rendah, bisa dengan mudah dilompati oleh orang yang berniat jahat di sekolah lalu kabur.

“Ada caraka yang patroli tiap malam, juga ada anggota brimob dua orang yang jaga di pos” kata Alwi.

Ketika mendatangi ruang tidur Rivaldi yang menjadi korban penikaman, harus melalui selasar yang panjang hingga nampak bangunan yang terkesan tua serta tidak terpelihara.

Baca Juga 

Siswanya Ditikam Saat Tidur, Ini Penjelasan Wakasek SUPM Bonea

Ruang kamar siswa rata-rata dihuni oleh lebih dari 5 orang dengan tempat tidur seadanya dan tanpa perlengkapan kamar lainnya.

“Kami bedakan asrama untuk perempuan dan laki-laki, ada pembatas pagarnya, waktu kejadian dia (Rivaldi, red) tidak tidur di kamar karena panas tapi tidurnya di depan” lanjut Alwi.

Alwi pun membenarkan kalau pengawasan di SUPM tidak terlalu ketat karena hanya 7 guru yang tinggal di asrama sementara siswa yang harus diawasi ratusan orang. Kasus penganiayaan ini sendiri sudah diserahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian usai resmi dilaporkan oleh Alwi pada Selasa (8/1/19) pagi. (eka)


Comment