Dirjend Bina Marga Kementerian PUPR Sebut Angka Kemiskinan di Kawasan Timur Indonesia Masih Tinggi

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Indonesia saat ini berada pada tahun terakhir Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, sehingga segera akan memasuki transisi pada periode RPJMN 2020-2024.

Namun, pembangunan infrastruktur pada RPJMN 2020-2024 menghadapi beberapa tantangan. Salahnya pemerataan pembangunan infrastruktur yang merata dan terintegrasi guna mendukung peningkatan investasi dan daya siang ekonomi, percepatan induatri serta pariwisata, pembangunan ekonomi maritim.

“Salah satu fokus dan tujuan pembangunan ini pengentasan kemikinan. Sebab, kemiskinan di Kawasan Indonesia Timur masih cukup tinggi, berada diangka 18,01 persen,” jelas Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Ir. Sugiyartanto, M.T saat membacakan sambutan tertulis Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono dalam konsultasi regional PUPR 2019 untuk Wilayah Sulawesi, Malaku dan Papua di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Kamis (28/2/2019).

Sedang kemiskinan di Kawasan Barat Indonesia, kata Sugiyartanto hanya berada pada angka 10,33 persen. Hal ini memanmbah ketimpangan pendapatan masyarakat desa dan kota. Kemiskinan di perdesaan masih cukup tinggi yakni 13,47% sedang perkotaan 7,20%.

“Di desa tingkat pendapatnnya antara masyarakat kota dan desa. Pendapatan perdesaan hanya 0,324 persen. Sedang perkotaan 0,4 persen. Bahkan, saat ini, konsentrasi kegiatan ekonomi masih berputar pada kawasan barat Indonesia, terutama Pulau Jawa,” ujarnya.

Kepala Pusat Pemrograman dan Evaluasi Keterpaduan Insfrastruktur PUPR, BPIW, Kementerian PUPR, Iwan Nurwanto mengatakan, tujuan konsultasi yang dilaksanakana di Makassar untuk peningkatan sumber daya manusia yang berkualitas.

“Kegiatan ini bertujuan menyusun program tahun 2020 untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kualitas layanan hidup,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Sulsel, Andi Darmawan Bintang yang mewakili Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah berharap melalui kegiatan ini percepatan pembangunan di KTI, khsusunya Sulawesi Selatan.

Kata dia, Sulsel memiliki sumber daya manusia yang berlimpah. Namun, dengan luas wilayah masih banyak kendala dalam segi infrastruktur. Sulsel saat ini masih membutuhkan dukungan infrastuktur dari pusat, agar dapat terus mewujudkan pertumbuhan ekonomi, seperti percepatan pembangunan Bandara di Tana Toraja dan Bual.

“Selain itu, perlu juga dukungan infrastruktur jalan dan lainnya, untuk mewujudkan Seko. Luwu Utara sebagai pusat peternakan sapi nasional, agar dapat memberikan kontribusi daging yang signifikan terhadap kebutuhan nasional,” terangnya

“Kami berharap pembangunan bisa dijalankan secara berkeadilan, sebab Sulsel menjadi gerbang pembangunan di Indonesia timur,” ujarnya. (*)


Comment