Selain Jorok, Air Kencing di Kolam Renang Juga Berbahaya

Bahaya air kencing di kolam renang

Meskipun kadar senyawa cyanogen klorida hanya sedikit, bukan berarti air kolam renang umum aman sepenuhnya. Kombinasi berbahaya dari kaporit dan air kencing di kolam renang berisiko menyebabkan iritasi mata dan gangguan pernapasan, apalagi pada orang yang mengidap penyakit asma.

Anda bisa mengurangi risiko tersebut dengan berenang pakai kacamata renang. Bagi Anda yang punya penyakit asma, sebaiknya berenang di kolam yang airnya tidak terlalu bau menyengat. Jika terpaksa, usahakan untuk beristirahat sejenak setelah beberapa saat berenang.

Baca Juga : Begini Cara Meningkatkan Sensasi Masturbasi pada Pria

Mendeteksi air kencing di kolam renang

Tim ahli dari American Chemical Society menemukan sebuah cara baru untuk mendeteksi kadar air kencing di kolam renang. Berdasarkan penelitian pada tahun 2017 ini, kandungan urin bisa dideteksi dengan cara menilai kadar pemanis buatan di air kolam renang.

Di dalam tubuh manusia, pemanis buatan tidak diserap dan akan keluar lagi melalui urine dengan struktur yang sama. Pemanis buatan hampir bisa ditemukan dalam macam-macam makanan dan minuman dalam kemasan.

Sementara itu, hampir semua orang pasti pernah atau bahkan sering mengonsumsi makanan dan minuman kemasan. Jadi kalau ada banyak kadar pemanis buatan yang terdeteksi, artinya banyak orang yang buang air kecil di kolam tersebut.

Sayangnya, memang teknik mendeteksi air kencing di kolam renang ini hanya bisa dilakukan dengan cara membawa sampel air kolam ke laboratorium.

Namun, untuk menghindari kolam renang yang sudah terlalu terkontaminasi berbagai zat, perhatikan baunya. Kalau baunya sangat menyengat, berarti airnya sudah tercampur macam-macam senyawa kimia.

sumber : hellosehat.com


Comment