MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulsel menargetkan tingkat partisipasi pemilih di Pemilu 2019 77,5 persen.
Angka tersebut bukan hanya targer KPU Sebagai penyelenggara. Tapi, sudah tertuang dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional atau RPJMN.
Hal ini disampaikan Ketua KPU Sulsel, Misna Attas saat melakukan coffee morning mengenai “Kesiapan Personil KPU dalam Rangka Penyelenggaraab Pemilu 2019” disalah satu warkop di Jalan Andi Jemma, Senin (1/4/2019).
Kata Misna, partisipasi pemilih bukan hanya tanggung jawab KPU. Semua pihak yang terlibat dalam isu-isu kepemiluan harus bisa terlibat.
“Jelang pelaksanaan pemilihan, hal yang bisa kami laporkan ke publik, seperti logistik surat suara. Semuanya sudah 100 persen di salurkan ke KPU kabupaten dan kota. Semuanya sudah menerima,” ujarnya.
Kata Misna, walau masih ada kekurangan dari hasil sortir. Tapi, logistik surat suara segera akan dipenuhi semua sebelum pelaksanaan pemilihan.
“Surat suara Pilpres dan Pileg di 24 kabupaten serta kota di Sulsel sudah disalurkan,” ujarnya.
Namun, untuk surat suara DPD, hingga saat ini masih ada tiga kabupaten yang belum menerima surat suara, yakni Bantaeng, Jeneponto dan Bulukumba.
“Keterlambatan ini tidak mempengaruhi jalannya pemilihan. Sebab, sortir surat suara untuk Pileg dan Pilpres masih berlangsung. Setelah itu, surat suara DPD akan masuk,” terangnya.
Politik Uang
Selain mendorong tingkat partisipasi pemilih dan penyaluran logistik. Kata Misna, pihaknya juga mengajak semua pihak melakukan pengawasan.
“Saat ini dibutuhkan partisipasi semua pihak. Sebab, ada kecenderungan pemilih lebih prakmatis. Politik uang semakin terbuka. Pelaku politik menghalalkan segala cara. Hal ini harus dijaga,” paparnya.
Sehingga, tambah Misna, semua lembaga, termasuk pemilih harus bisa menjadi pengawas di TPS.
“Warga tak hanya datang memilih lalu pulang. Tapi, mengikuti dinamika saat pemilihan. Jika ada catatan miring soal KPU, sebaiknya dilaporkan agar bisa dilakukan penindakan. Khususnya ditingkat bawah,” tutupnya.
Caffe Morning juga dihadiri Salahuddin dari Kejati Sulsel, Kolonel Yanto dari Kodam, Perwakilan Kapolda dan Dinas Catatan Sipil Pemprov Sulsel serta wartawan maupun akademisi perwakilan kampus. (*)
Comment