BATAM, BERITA-SULSEL.COM – Bagi para calon guru besar yang mengurus berkas administrasi meraih profesor harus memperhatikan integritas akademik dengan menghindari plagiarisme dalam menulis karya ilmiah.
Hal ini disampaikan Dirjen Sumber Daya Iptek (SDID) Kemenristekdikti, Prof Dr Ali Gufron Mukti, saat membawakan materi kepada peserta Rakerwil 2019 LLDIKTI Wilayah IX Sulawesi, di Nagoya Hill Hotel, Selasa (23/4/2019), lewat teleconference.
Kata dia, berkas jabatan fungsional guru Besar serta Lektor Kepala cukup banyak yang masuk di kantor, pada proses seleksi sering ditemukan karya plagiarisme dengan kasus bermacam-macam.
“Agar kasus ini tidak selalu berulang, dosen harus mengedepankan integritas akademik,” tegasnya.
Kesempatan itu juga diperjelas tentang jurnal ilmiah yang sudah tidak terindeks scopus saat akan mengurus jabatan fungsional.
kata Ali, artikel ilmiah terpublikasi pada jurnal terindeks scopus pada masanya, ketika akan diurus jabatan fungsional tidak terakditasi lagi, itu bisa dipakai sebagai salah satu persyaratan administrasi jabatan fungsional.
Kemenristekdikti akan menerapkan kebijakan bagi para Guru Besar dan Lektor Kepala harus lebih produktif dalam publikasi ilmiah, katanya.
“Saya menantang para peserta Rakerwil LLDIKTI IX Sulawesi untuk membuka Prodi yang sangat dibutuhkan di era diskruption saat ini,” ungkapnya.
Apalagi, jelas Ali, tantangan bangsa kedepan adalah kualitas sumber daya manusia yang berdaya saingnya tinggi.
Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sulawesi, Prof Dr Jasruddin, M.Si menyampaikan terima kasih. Pasalnya, walau ditengah kesibukan, masih meluangkan waktu memberikan materi dan pencerahan kepada peserta rakerwil.
Prof Jas, meminta kesediaan Dirjen Sumber Daya Iptek, Ali Gufron untuk melakukan teleconference dengan jajaran LLDIKTI IX jika ada masalah yang butuh kejelasan dan pencerahan.
Pada kesempatan itu Ali Gufron menyatakan siap untuk kembali melakukan teleconference disesuaikan dengan waktu dan kesempatan, katanya. (*)
Comment