GOWA, BERITA-SULSEL.COM – Kerukunan Keluarga Sero’ (KKS) Kelurahan Tombolo Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa menggelar acara budaya berupa Haul Karaeng Loe Sero’ Raja Gowa Keenam.
Kegiatan yang sudah berlangsung secara turun temurun dan digelar setiap tujuh tahun sekali ini di pusatkan di kompleks makam Raja Karaeng Loe Sero’.
Acara adat yang banyak menyita perhatian warga ini didahului berbagai macam kegiatan berupa acara kesenian dan itu berlangsung selama lima hari terhitung sejak hari Rabu (23/4) dan puncaknya, Minggu (28/4/2019).
Ketua Dewan Pembina KKS, Darwis Dg Nai mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan secara turun temurun. Namun acara ini tidak dilaksnakan setiap tahun namun sekali dalam tujuh tahun.
Dalam pelaksanaannya, kata Dg Nai, demikian Darwis sering disapa, ditampilkan berbagai pegelaran berbagai kesenian khas Suku Makassar (Gowa) seperti, ganrangbulo, appadekko, a’raga dan tari pepe’.
“Kegiatan ini memang kita rutin laksanakan setiap tujuh tahun sekali. Dan alhamdulillah anggota KKS baik yang berdomisli di Sero’ sendiri maupun yang bermukim di luar daerah hampir semuanya hadir mengikuti ritual budaya ini,” kata Darwis Dg Nai, Minggu (28/4/2019).
Sementara itu, seorang tokoh masyarakat Sero’, Abd Latif Dg Bani mengatakan, kegiatan ini dimakaudkan untuk melestarikan budaya sekaligus merealisasikan pesan leluhur masyarakat Sero’.
Disamping itu, kegiatan ini juga sekaligus untuk menyatukan kembali masyakat Sero’ baik yang bermukim di Sero’ sendiri maupun yang ada di luar daerah. di pusatkan di makam kareloe sero’.
“Intinya untuk lebih mempererat tali silaturrahim antar sesama warga Sero'” ujarnya.
Di tempat yang sama, Arda Dg Unjung salah seorang pengurus KKS lainnya mengatakan pelaksanaan haul Karaeng Loe Sero’ yang rutin dilaksanakan setiap tujuh tahun sekali ini terwujud karena adanya kerja sama yang baik diantara semua warga Sero’. Bahkan pendanaannyapun bersumber dari swadaya masyarakat Sero’.
Puncak acara haul Karaeng Loe Sero’ yang berlangsung di kompleks pemakaman Karaeng Loe Sero’ digelar beberapa acara ritual seperti ammone pa’balle. Dilanjutkan anggaru dan kemudian appalili dengan mengelilingi makam Karaeng Loe Sero’ sebanyak tiga.
Kegiatan ini diikuti ratusan masyarakat Sero’ baik laki-laki-laki maupun wanita beserta anak-anak dan dengan mengenakan busana khas suku Makassar. Dalam appalili itu nampak juga seekor kerbau ikut diarak warga.
Ritual appalili ini tidak hanya dilakukan di kompleks makam Karaeng Loe Sero’ namun juga mengelilingi kampung Sero’ dengan melalui Jalan Tun Abd Razak.
Kembali ke makam Karaeng Loe yang berjarak kurang lebih lima kilometer. Haul ini sendiri akan diakhiri dengan acara pemotongan kerbau yang diarak itu di dalam kompleks makam Karaeng Loe Sero’ untuk disantap secara bersama-sama. (an).
Comment