MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Indonesia merupakan negara penghasil emisi karbon dan menempati peringkat keempat di seluruh dunia.
Indonesia memiliki peran yang besar dalam meningkatkan temperatur global yang selanjutnya akan menyebabkan kenaikan muka air laut, cuaca ekstrem, dan mengancam berbagai ekosistem.
Hal ini tentu saja meresahkan orang banyak, tidak terkecuali bagi ketiga mahasiswa Unhas yang tergabung dalam tim Program Kreativitas Mahasiswa – Karsa Cipta (PKM-KC) ini.
Mereka adalah Sukmawati dan rekan sejurusannya di Departemen Ilmu Kelautan, Mukarrama, bersama dengan Elsha Millenia Baralangi yang merupakan mahasiswa Departemen Teknik Industri.
Sukmawati sebagai ketua dalam tim tersebut mengatakan, pembuatan alat itu berawal dari kegelisahan melihat masalah lingkungan yang dihadapi di dunia ini.
“Ide ini berawal dari brainstorming saat sosialisasi PKM pertama tahun 2018 lalu. Mula-mula kami mengidentifikasi apa yang melimpah di lingkungan ini namun keberadaannya merugikan,” ujarnya, Jumat, (21/6/2019).
“Alat ini dikembangkan untuk menjadi alternatif solusi dalam upaya mitigasi pengurangan emisi karbon”, tambah Sukmawati.
Kata dia, cara kerja alat tersebut yakni gas CO2 yang dihisap oleh kipas akan masuk ke dalam bioreaktor dan tercampur dengan media kultur.
Dengan bantuan cahaya dari LED yang didesain untuk pertumbuhan optimal fitoplankton, jelas Sukmawati, karbon dioksida tersebut akan digunakan sebagai bahan dalam proses fotosintesis oleh fitoplankton untuk memproduksi bahan organik dan oksigen.
Selanjutnya, tambah Sukmawati. oksigen tersebut akan dialirkan dan dibebaskan ke lingkungan. (*)
Comment