BI Makassar Kembangkan Klaster Padi di Gowa dengan Metode Hazton

BI Makassar Kembangkan Klaster Padi di Gowa dengan Metode Hazton

GOWA, BERITA-SULSEL.COM – Bank Indonesia wilayah Makassar bersinergi stakeholder terkait dalam menjaga implasi di berbagai sektor.

Hal itu dilakukannya bersama Pemerintah Kabupaten Gowa mengembangkan klaster padi, Jumat (25/10/2019) di desa kalemandalle, Bajeng Barat.

Sebagai bank sentral, BI melakukan pemberian bantuan berupa Rice Milling Unit (RMU), mesin poles dan metode hazton kepada Gapoktan harapan jaya Gowa dalam peningkatan produktivitas padi.

Direktur Bank Indonesia wilayah Makassar Endang Kurnia Saputra mengatakan pemilihan kabupaten Gowa dalam pembinaan dan pemberian bantuan ini bukan tanpa alasan.

“Memilih Gowa sebagai daerah pengembangan hasil padi adalah tepat, melihat hasilnya yang sangat signifikan dari 6 ton per hektar menjadi 10 ton,” urainya.

Lanjut Adang sapaan akrabnya, daerah Gowa tidak kalah dibanding wilayah lain penghasil pangan terutama padi.

Sebab itu kata Adang, sebagai bentuk kontribusi nyata, Bank Indonesia melakukan pengembangan klaster padi di Kabupaten Gowa.

Pengembangan klaster padi didasarkan pada kontribusi beras sebagai salah salah satu komoditas dengan bobot inflasi terbesar serta memiliki dampak yang besar terhadap kemiskinan,” lanjutnya.

Karena itu, Bank Indonesia memberikan bantuan berupa sarana dan prasarana pendukung berupa Rice Milling Unit (RMU) dan mesin poles kepada Gapoktan dalam rangka mendukung efisiensi rantai distribusi.

“Adapun untuk meningkatkan produktivitas, Bank Indonesia memberikan bimbingan teknis berupa penerapan metode Hazton,” katanya.

Bank Indonesia berharap bahwa pemberian bantuan sarana dan prasarana serta panen perdana padi hazton yang dilakukan tidak hanya dapat mendorong produktivitas padi dan menyederhanakan rantai distribusi saja, namun juga dapat meningkatkan kesejahteraan petani serta pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Gowa.


Comment