PMB-UH Latenritatta Gelar Dialog Pendidikan Bersama Aktivis Mahasiswa

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Perhimpunan Mahasiswa Bone Unhas (PMB-UH) Latenritatta akan menggelar dialog pendidikan dengan tema Peran Mahasiswa dalam Mendukung Pemerintah yang Berupaya Mewujudkan Pendidikan yang Kompetitif dan Berkarakter.

Ketua Umum PMB-UH Latenritatta, Muhammad Alfian mengatakan, dialog ini dilaksanakan di Kampus Kedua Cafe, Selasa, (3/12/2019). Kegiatan ini bertujuan menjawab tantangan pemerintah, baik untuk Provinsi Sulsel maupun Kabupaten Bone di bidang pendidikan.

Kata dia, sebelumnya, pihaknya juga telah melakukan dialog yang sama dengan tema “Belenggu Pendidikan Indonesia: Ada apa?” di salah satu Warung Kopi di Makassar, Kamis (28/11/2019).

“Melalui dialog ini, PMB-UH Latenritatta menyediakan wadah bagi para aktivisi dan mahasiswa untuk menuangkan gagasannya,” ujar Muhammad Alfian, Mahasiswa Fakultas Teknik Unhas.

“Mahasiswa juga harus mampu memberikan solusi, tidak sebagai kaum oposisi yang hanya mampu mengkritik,” tambahnya.

Alfian percaya, melalui dialog ini banyak ide solutif yang muncul untuk mendukung Pemerintah Sulsel dalam mencapai targetnya di bidang Pendidikan.

“Kami akan menghadirkan Samsul Alam, salah satu Kader PMB-UH Latenritatta angkatan 2014, Aktivis Komunitas Sosial. Selain itu, ada Nur Wahid yang juga kader PMB-UH Latenritatta angkatan 2016, Menteri Kajian Isu Strategi dan Pergerakan BEM-UH,” ujarnya.

Dialog ini akan dipandu Asriani, juga kader PMB-UH Latenritatta angkatan 2017, Ketua Umum Kohati Komisariat Peternakan.

Sebelumnya, Ketua TGUPP Sulsel, Prof Dr Ir Yusran Jusuf MSi IPU mengatakan, target pemerintah ingin melakukan percepatan dalam mewujudkan pendidikan yang kompetitif dan berkarakter.

Sehingga, keta Prof Yusran, pendidikan nantinya memiliki daya saing di skala nasional maupun internasional tanpa meninggalkan kearifan lokal yang menjadi identitas masyarakat Sulawesi Selatan saat ini.

Menurutnya, dalam menjawab tantangan yang dihadapi Pemerintah Sulsel, tentunya juga membutuhkan sumbangsih gagasan para aktivis mahasiswa yang saat ini mengarungi dunia pendidikan.

“Realita hari ini, banyak komunitas sosial yang digerakkan Mahasiswa dan mampu menciptakan ruang sekolah untuk anak-anak yang tinggal di daerah pedalaman,” ujarnya. (*)


Comment