BPJS – IDI Buat Kajian Kebutuhan Dasar Kesehatan Berbasis Riset

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan gandeng Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) membuat kajian kebutuhan dasar kesehatan berbasis riset.

Pilihan melakukan riset merupakan hasil pertemuan antara Ketua Umum PB IDI, Dr Daeng M Faqih SH MH dan Dirut BPJS Kesehatan, Prof Dr dr Fachmi Idris MKes.

Baca Juga : PB IDI Berikan Penghargaan Kepada Dokter Peneliti

Hal tersebut menanggapi simpang siurnya berita tentang defenisi kebutuhan dasar kesehatan. Hal ini mendasari BPJS Kesehatan dan PB IDI dengan membuat riset bersama.

Ketua lembaga riset IDI, Dr Marhaen Hardjo M Biomed PhD mengatakan, pertemuan BPJS Kesehatan dan PB IDI disepakati untuk menugaskan Lembaga Riset Ikatan Dokter Indonesia melakukan kajian tentang defenisi kebutuhan dasar kesehatan berbasis riset.

Baca Juga : Lembaga Riset IDI Disahkan Melalui Rapat Pleno PB

Hal ini dilakukan, kata Dr Marhaen sekaligus memberikan penghargaan terhadap karya inovasi dibidang jaminan sosial bidang kesehatan.

Dr Marhaen baru saja sukses menyelenggarakan Anugrah Karya Cipta Dokter Indonesia (AKCDI) 2019 pada bulan Oktober kemarin, sigap membentuk tim bersama antara Lembaga Riset IDI dan RISBANG BPJS Kesehatan.

Kata dia, masyarakat harus mendapatkan informasi yang benar berdasarkan data valid. Semua bentuk inovasi jaminan sosial kesehatan harus dipastikan lebih memihak kepada kepentingan masyarakat miskin di Indonesia.

Sebagai langkah awal akan dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara BPJS Kesehatan dan PB IDI di Kantor PB IDI, Jalan Dr. G.S.S.J Sam Ratulangi, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, 17 Desember 2019. (*)


Comment