MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Universitas Negeri Makassar (UNM) mendorong peningkatan kompetensi guru seni budaya. Kegiatan itu dikemas dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat terpadu secara virtual.
Tim dosen pengabdi, Dr. Alimuddin Caco, M.Sn, Guru Besar FSD UNM Prof Soyan Salam, M.A. Ph.D dan Dr. Tangsi, M.Sn yang juga Dekan FSD UNM.
Ketua pelaksana kegiatan, Dr. Alimuddin Caco, M.Sn mengatakan, pelatihan penyusunan bahan ajar seni rupa lokal bagi guru bertujuan memberikan pendampingan menyiapkan bahan ajar.
Kata dia, ketersediaan bahan ajar dapat membantu guru mengajar kepada siswa dengan baik. “Yang selama ini ada banyak guru seni budaya kita yang mengajar justru seni budaya disekitarnya terabaikan. Pada hal, di era global ini, seni budaya yang kita miliki sendiri yang semakin terkikis memiliki nilai keunikan dan nilai identitas yang kuat,” ujarnya.
“Karena itu, amat mendesak untuk dilestarikan dan dikembangkan,” tambah Alimuddin Caco yang juga sebagai Ketua Pusat Pengembangan Sosial, Budaya dan Humaniora LP2M UNM.
Menurut Alimuddin, pengabdian melalui pelatihan bahan ajar seni rupa lokal bagi guru untuk pembelajar seni budaya di sekolah berlangsung kedua kalinya. Tahun 2019 lalu sukses dilaksanakan di Kabupaten Takalar secara tatap muka.
Tahun 2020 ini, kata Alimuddin, diselenggarakan di Kabupaten Pangkep. Hal ini menjadi pengalaman menarik terutama bagi guru seni budaya. Sebab, dilaksanakan pendampingan secara virtual.
“Pengantar pelatihan secara virtual disampaikan Dr. Tangsi dengan menyajikan materi “pentingnya ketersediaan bahan ajar dan bagaimana menulisnya”. Sementara Prof Sofyan Salam soal “Ilustrasi /gambar tampil menjelaskan dan menghias pada materi ajar,” ujarnya.
“Saya sendiri menyajikan “penilaian standar-standar materi ajar, yakni: kelayakan isi, bahasa, penyajian dan kegrafikaan,” tambahnya.
“Ini yang kita sharingkan dengan guru-guru seni budaya di Kabupatan Pangkep. Kita berharap, kemampuan dan kretifitas guru meningkat untuk mengelola pembelajarannya,” terangnya.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) UNM, Prof Dr Ir Bakhrani menjelaskan, kegiatan pengabdian kepada masyarakat terpadu secara virtual dilaksanakan sebagai bentuk kontribusi UNM di tengah pandemi.
“Pak Rektor selalu menekankan, UNM harus ambil bagian di masa pandemic dan berterima kasih kepada seluruh peserta dan pengabdi. Sekecil apapun itu sebagai bentuk apresiasi dan kepeulian. Kita di LP2M melaksanakan dengan pengadian terpadu secara virtual,” ucapnya.
Selain pelatihan bahan ajar bagi guru, pengabdian terpadu secara virtual itu juga memberikan materi lain. “Ada sepuluh jenis pengabdian semuanya. Ada 200an peserta, pada pelatihan bahan ajar ini diikuti 26 orang,” paparnya.
“Dipilihnya Pangkep sebagai tempat pelaksanaan pertama. Kita mulai laksanakan Sabtu, 30 Mei tahun 2020. Pembukaan melalui virtual zoom dan hari Minggu kemarin tanggal 14 Juni untuk penyajian pengantar dan selanjutnya berlangsung pendampingan hingga akhir bulan Agustus. Harapan kegiatan ini outputnya tersusun buku mataeri ajar seni rupa lokal,” paparnya. (*)
Comment