Cegah Banjir di Bone Utara, Gubernur Sulsel Akan Lakukan Langkah ini

BONE, BERITA-SULSEL.COM – Jadi langganan banjir akibat meluapnya Danau Tempe tiap tahunnya, Kecamatan Dua Boccoe, Cenrana, Ajangale dan Tellu Siattingnge yang terletak di Bone Utara, turut menjadi perhatian Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah.

Ditemui usai peresmian Jembatan Watu di Kecamatan Cenrana, Sabtu (9/1/21) siang, Nurdin mengatakan telah menyusun rencana strategis bagaimana mengatasi luapan banjir di Danau Tempe, Wajo.

“Bersama cipta karya, balai jalan nasional, kita akan bicara di Wajo. Saya akan mengajak berkeliling di daerah aliran sungai melihat kondisi lahan yang ada karena memang super kritis. Ada 5 sumber air yang masuk ke Danau Tempe dan hanya 1 pembuangannya, jadi kita akan lakukan rekayasa” terang Nurdin.

Upaya sebelumnya yakni pengerukan dan membuat pulau-pulau kecil dari hasil pengerukan, kata Nurdin, belum maksimal, sehingga butuh upaya lain untuk mengatasi banjir yang terjadi tiap tahun.

“Apa yang harus dilakukan kedepan, Daerah Aliran Sungai harus jadi daerah konservasi. Kami harap hutan yang masih utuh kita pertahanakan, jangan ada lagi perambahan dan jangan lagi ada alih fungsi” lanjut Nurdin.

Tentang penambangan ilegal yang terjadi di Bone Utara, Nurdin menganggap hal itu bukanlah penyumbang terbesar banjir karena tambang hanya mengakibatkan kerusakan lingkungan secara lokal.

“Balai pompengan dan balai jalan nasional punya rencana strategis untuk buat jalan melingkar sepanjang danau supaya air tidak dari mana-mana. Kita akan menata, mungkin ada Cek Dam, Cek Dam Pengendali untuk mengendalikan sedimen” tutupnya.

Nurdin berharap, kelak Danau Tempe yang kerap meluap dan mengakibatkan banjir di Bone Utara, selain  menjadi kawasan, juga bisa menjadi kawasan penghasil ikan bagi masyarakat setempat. (eka)


Comment