MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Jika tanya mau jadi mаhаѕіѕwа уаng mаndіrі? Bayar uang kulіаh, biaya ѕеwа kоѕ, kереrluаn pribadi, tаgіhаn lіѕtrіk, ѕаmраі mеmbеlі mоbіl рun bisa. Namun, tak semua mahasiswa bisa melakukannya.
Pasalnya, usaha dan kerja keras harus dilewatinya. Usaha memang tak аkаn mеmbоhоngі hasil, akan tetapi menjadi seorang pengusaha atau profesional yang sukses bukanlah hal mudah.
Apalagi, jika usaha atau profesi itu dilakukan saat masih berstatus mahasiswa. Waktu yang dimiliki pun harus dibagi antara mengurus bisnis dengan tugas kuliah yang menumpuk.
Satriawan yang akrab disapa Satria, salah satu mahasiswa Program Studi Akuntansi di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Wira Bhakti Makasaar.
Satri sukses menjalankan profesi profesional sebagai konsultan pajak. Mitra kerjanya dengan perusahaan yang memiliki omset hingga ratusan miliar.
Hingga saat ini, Satria menangani pajak puluhan perusahaan besar dengan nilai pajak miliaran rupiah.
Kata Satria, sebelum menggeluti profesi sebagai konsultan pajak, dirinya lama menjadi karyawan disebuah lembaga konsultan.
“Dulu ikut-ikut belajar soal konsultan pajak. Walau awalnya menjadi karyawan. Dalam menjalankan profesi ini, kadang saya tak mendapatkan upah. Sebab, uangnya masuk ke kantor,” ujarnya.
Beberapa tahun setelah ikut sebagai konsultan pajak, jelas Satria, dirinya memutuskan berhenti dan menjalankan profesi itu seorang diri.
“Saya memutuskan berhenti bekerja. Ilmu dan jaringan yang saya miliki rasanya sudah cukup. Dimulai dari dua perusahaan, lalu lima, sepuluh dan hingga saat ini jumlahnya cukup banyak,” terangnya.
Kuncinya, jelas Satria, keyakinan dan kemauan. Namun, hal terpenting adalah kepercayaan yang dibarengi dengan skil atau kemampuan dalam satu bidang tertentu.
“Saat ini jumlah pengusaha kena pajak atau PKP merupakan salah satu bukti pertumbuhan ekonomi yang bagus untuk suatu negara. Namun, terkadang diantara pengusaha itu banyak yang tidak tahu prosedur pembayaran pajak, besaran pajak yang harus dibayar sehingga mengharuskan untuk berkonsultasi dengan konsultan perpajakan,” ujarnya
Dari situ, kata Satria, dirinya mulai fokus mendalami ilmu soal perpajakan. Termasuk perkembangan IT. Hal ini harus sejalan.
“Pada awalnya, kerja-kerja konsultan pajak banyak bersentuhan dengan petugas pajak. Namun, seiring perkembangan IT, sistem pajak juga berubah. Kami juga harua bisa melek soal itu,” ujarnya.
Menurut Satria, profesi konsultan pajak cukup menjanjikan, dan memiliki peranan yang besar untuk memberikan kontribusi kepada negara melalui perpajakan.
Di sisi lain, banyak orang atau wajib pajak yang terbantu karenanya. Oleh sebab itu, pentingnya profesi ini,untuk meningkatkan tingkat pendapatan pajak di negara ini.
“Konsultan pajak atau perpajakan, seseorang yang berprofesi untuk memberikan jasa konsultasi mengenai perpajakan, perhitungan pajak, dan tata caranya kepada wajib pajak perorangan atau badan usaha,” ujarnya.
Sukses Saat Masih Muda
Kata Satria, sebagai generasi muda, termasuk mahasiswa, semua memiliki potensi besar untuk terjun dan menjalankan wirausaha sehingga dapat merdeka secara finansial.
“Menjadi mahasiswa tidak hanya dicetak untuk menjadi pekerja kantoran. Tetapi juga bisa menjadi wirausaha atau profesional, karena jika menjadi pekerja atau karyawan harus kerja keras, sekalipun kita dibayar terbatas berbeda halnya pengusaha yang tak terbatas,” ungkapnya.
Satria berharap, mahasiswa tak hanya menjalankan hari-harinya dengan hal-hal yang sia-sia. Jika punya tekad yang kuat dalam meraih mimpi dan cita, apa pun profesinya pasti bisa.
Sementara itu, Ketua I Bidang Akademik STIE Wira Bhakti Makassar, Dr Abdul Haris SE MM mengatakan, pihaknya terus mendorong setiap peserta didik atau mahasiswa untuk mengembangkan skilnya. Termasuk menjadi wirausaha.
“Kesuksesan Satri tidak lepas dari kunci sukses yang selalu dipegangnya yaitu kerja cerdas, design tempat, pelayanan serta tersistem yang sangat baik,” ujarnya.
Kata Dr Haris, hal terpenting bagi pihaknya adalah menyediakan layanna dan fasilitas yang baik agar mahasiswa bisa menjalani proses perkuliahan dengan baik.
“Saat ini kami juga menyiapkan empat jenis bantuan pendidikan atau beasiswa. Pertama bantuan pendidikan dari program Kartu Indonesia Pintar (KIP), ada juga beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik atau PPA,” ujarnya.
“Selain itu, pihak yayasan kampus juga menyiapkan bantuan pendidikan. Bantuan ini khususnya bagi merea yang kurang mampu dan berprestasi. Tak hanya itu, kami juga menjalin kerjasama dengan pemerintah kabupaten dan kota dalam penyaluran bantuan pendidikan,” tambahnya.
Tak hanya itu, jelas Dr Haris, Prodi Akuntansi dan Manajemen yang dibina di STIE Wira Bhakti Makassar telah terakditasi dari BAN PT dengan nilai B. Akreditasi merupakan penentuan standar mutu dan penilaian suatu lembaga pendidikan pihak di luar lembaga yang independen.
“Akreditasi upaya pemerintah untuk menstandarisasi dan menjamin mutu alumni perguruan tinggi sehingga kualitas lulusan antara perguruan tinggi tidak terlalu bervariasi dan sesuai kebutuhan kerja,” ujarnya.
BAN-PT adalah lembaga memiliki kewenangan untuk mengevaluasi dan menilai, serta menetapkan status dan peringkat mutu institusi perguruan tinggi berdasarkan standar mutu yang telah ditetapkan. (*)
Comment