Demo Mahasiswa Tolak Pinjaman PEN, PMII Bone: Jangan Gadaikan Bone

Demo Mahasiswa Tolak Pinjaman PEN, PMII Bone: Jangan Gadaikan Bone

BONE, BERITA-SULSEL.COM – Telah disetujui oleh Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) RI yang bekerjasama dengan PT SMI dalam hal dana pinjaman daerah, Pemkab Bone kini tinggal menunggu pencairan dana pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), senilai Rp300 miliar. Tak tanggung-tanggung, Pemkab Bone harus membayarkan bunga sebesar Rp18 miliar setiap tahun selama 8 tahun.

Hal itu kemudian memicu penolakan dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), melalui aksi demo di Kantor Bupati Bone, Jumat (11/6/21) siang. Puluhan mahasiswa tersebut mendesak Pemkab membatalkan pinjaman yang dinilai hanya akan jadi beban bagi pemerintah Bone kedepannya.

Baca Juga 

Tolak Pinjaman PEN, PMII Bone Ancam Demo Mosi Tak Percaya DPRD

Kadin Bone Diperebutkan 5 Calon, Rp100 Juta Jadi Syarat

Hina Bupati Bone, Pemilik Akun Putu Begadang Dijerat Pasal Berlapis

Lepas Perwakilan Bone Bertarung di STQH XXXII, Andi Fahsar : Tetap Terapkan Protokol Covid-19

“Peruntukan itu sangat tidak akurat karena tidak bersifat produktif ditambah dengan bunga 6,19%, maka akan membebani pemerintah daerah selanjutnya dan akan berdampak pada  pembangunan dimasa yang akan datang. Jadi tuntutan kami, seharusnya Pemkab dan DPRD mempertimbangkan ulang dan mengkaji peruntukan dana pinjaman PEN sebelum dana ini dicairkan oleh Pusat”, terang Riswan, selaku Jenlap aksi.

Tak hanya itu, Riswan juga menegaskan kalau pinjaman ini akan berpengaruh ke banyak aspek, termasuk gaji pegawai. Sebagai tindak lanjut, Riswan berharap DPRD mau membuka ruang dengan mengadakan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dalam waktu 5×24 jam.

“Kami desak DPRD dan Pemkab untuk melakukan RDPU dan akan ada aksi jilid 2, selama masih bersifat pinjaman, kami tetap berusaha tolak karena menurut pengamatan kami, tidak ada aspal yang bisa bertahan 8 tahun, maksimal 4 tahun saja”, lanjut Riswan.

Riswan bahkan menyebut pemerintah saat ini hanya akan menggadaikan Bone dengan utang berbunga tinggi dan itu menandakan pemerintah telah gagal dalam membuat kebijakan.

“Dengan melakukan pinjaman sebesar ini, maka seakan Bone digadaikan selama 8 tahun, bukan main jika Bone harus dibebankan bayar utang sekitar Rp55,5 miliar pertahun, jika defisit dimana mau ambil uang bayar utang, bukankah Bone juga akan bangun Tower yang akan membebani APBD, apakah akan memotong gaji karyawan, kan kasihan mereka, ini akan menambah masalah namanya”, tuturnya. (eka)


Comment