MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – CEO PT Global Nickel Indonesia, Ryan Latief mengajak seluruh masyarakat dan pemuda serta pengusaha asal Tanah Luwu di seluruh nusantara untuk pulang kampung membangun daerah.
Hal ini disampaikan Ryan Latief menanggapi pernyataan Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman yang menyebut tidak adanya Wija To Luwu sebagai salah satu tenaga ahli percepatan pembangunan di Sulsel.
“Saya mengajak masyarakat Sulsel, khususnya dari Tanah Luwu untuk kembali membangun daerah. Mari berfikit bersama, sudah saatnya Tanah Luwu memisahkan diri dari Provinsi Sulsel,” ujar Panglima tim pemenangan dan relawan pasangan calon Presiden RI, Prabowo Subianto – Sandiaga S Uno (PAS) 08 Sulsel ini, Ahad, 3 Juli 2021.
“Kita tahu bersama, perut ekonomi SulSel ada di Tanah Luwu. Potensi alamnya namun selalu dipandang sebelah mata oleh pemerintah Sulsel,” tambahnya.
Sudah waktunya, kata Ryan, masyarakat Tanah Luwu mengugat, membentuk provinsi sendiri. “Saya siap memimpin perjuangan pembentukan Provinsi Tanah Luwu,” tegasnya.
Sejarah mencatat, terang Ryan, Presiden RI I Soekarno sudah berjanji kepada masyarakat dan lelulur akan menjadikan Tanah Luwu sebaga daerah istimewa di Indonesia.
“Janji ini disampaikan Presiden Soekarno saat Tanah Luwu diserahkan kepemerintahan Republik Indonesia oleh Datu Luwu, Andi Djemma. Namun, hingga saat ini belum terwujud,” ujarnya.
“Mari para Wija To Luwu, Wattunanmi kita meminta hak yang telah dijanjikan. Tanah Luwu selama ini menjadi pendorong mobil mogok dan selelu dipandang sebelah mata,” tegasnya.
Sebelumnya, Plt Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman mengurangi Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP).
Hal ini tertuang dalam Surat Keputusan bernomor 1328/V/2021 tentang penetapan tenaga ahli Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan yang ditandatangani Sudirman, berjumlah 28 orang.
Masa Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah (NA), tercatat TGUPP ada 30 orang. Terdapat 16 orang yang diganti. Salah satunya adalah, mantan anggota DPR RI sekaligus mantan Bupati Luwu Utara dua periode, Luthfi Andi Mutty (LAM). NA menunjuk LAM sebagai Tim ahli gubernur bidang komunikasi pemerintahan.
Dalam susunan TGUPP yang baru tak ada nama LAM maupun Wija To Luwu lainnya. Andi Sudirman Sulaiman, mengatakan, perubahan TGUPP sesuai dengan kebutuhan yang ada di pemerintah provinsi.
“Sesuai kebutuhan kita ambil,” kata Andi Sudirman, Senin, (28/6/2021) lalu.
Ini Daftar Nama Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan
1. Prof Ambo Ala (Ketahanan Pangan)
2. Haris Bahrun (pertanian)
3. Prof Murtir Jeddawi (pemerintahan)
4. Prof Abrar Saleng (hukum agraria dan SDA)
5. Prof Sukarno Aburaera (Hukum)
6. Zulkifli Aspan (Hukum Tata Negara)
7. Prof Daud Malamassam (kehutanan)
8. Prof Supratman (kehutanan)
9. Prof Lella Rahim (peternakan)
10. Prof Veni Hadjuh (gizi masyarakat)
11. Djuanidi Machdar (gizi masyarakat)
12. Ema Alasiry (gizi masyarakat)
13. Aida Juliaty (tumbuh kembang anak)
14. Prof Syarifuddin Wahid (manajemen rumah sakit)
15. Syahrir Pasinringi (manajemen rumah sakit)
16. Indahwaty Sihdin (manajemen rumah sakit).
17. Prof Musbir (perikanan dan kelautan)
18. Prof Muh Hatta Fattah (perikanan dan kelautan)
19. Akib Patta (percepatan pembangunan wilayah kepulauan)
20. Prof Hamzah Upu (Pendidikan)
21. Prof Muh Asdar (ekonomi dan UMKM)
22. Andi Rasde Sumange (Ekonomi dan UMKM)
23. Agussalim (ekonomi pembangunan)
24. Prof Arifuddin (akuntan)
25. Prof Wahyu Piara (infrastruktur)
26. Farouk Maricar (pengairan)
27. Idris Leo (perencanaan wilayah)
28. Diyah Yumeina (Hubungan kerjasama internasional).
Comment