Poltekkes Kemenkes Mamuju Gelar Konseling Ibu Menyusui di Campalagian Polman

POLMAN, BERITA-SULSEL.COM – Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Mamuju melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat selama dua hari, 4-5 Oktober 2021, di Desa Laliko, Kecamatan Campalagian, Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

Kegiatan bertema ‘Peningkatan Pengetahuan Ibu Baduta Tentang ASI Eksklusif dalam Upaya Perbaikan Gizi pada 1000 HPK di Wilayah Kerja Puskesmas Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar’ ini dilakukan dalam bentuk pelatihan konseling pada para kader Posyandu dan peningkatan pengetahuan ibu Baduta tentang ASI Eksklusif.

Tiga dosen Poltekkes Kemenkes Mamuju yang terlibat dalam kegiatan ini adalah Nurbaya, S.Gz. M.Gizi sebagai ketua tim dan Zaki Irwan, SKM. M.Kes. dan Najdah, S. ST. M.Kes. sebagai anggota.

Menurut Nurbaya, keberadaan kader Posyandu sangat penting sebagai kelompok terdepan dan terdekat dengan 3 kelompok yang sangat rentan mengalami masalah gizi, yaitu ibu hamil, ibu menyusui dan balita,

“Mereka perlu dibekali pengetahuan dan keterampilan tentang kesehatan dan gizi ibu dan anak. Namun sayang, posisi strategis ini sering kali dipandang sebelah mata. Bahkan, mereka sering merasa kurang dihargai, bahkan oleh ibu-ibu itu sendiri,” katanya, Senin (4/10/2021).

Secara umum kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan kader posyandu dalam melakukan penyuluhan tentang ASI eksklusif dan melakukan konseling menyusui di Posyandu. Tujuan lainnya untuk meningkatkan pengetahuan kader Posyandu dan ibu Baduta tentang Asi Eksklusif. Sehingga cakupan pemberian ASI Eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Campalagian dapat meningkat.

“Pada tahap awal, kami menggali informasi tentang tantangan yang mereka (kader posyandu) hadapi di lapangan, sesi ini juga sebenarnya lebih ingin membangun rasa percaya diri para kader agar bisa berbagi pengetahuan kepada ibu hamil dan ibu balita. Mereka dilatih untuk membangun rasa percaya diri mereka dalam melakukan konseling kepada sasaran yaitu ibu hamil, ibu menyusui, ibu balita, dan keluarga klien,” tambah Nurbaya.

Para kader posyandu dan ibu hamil dan ibu balita ini kemudian dibagikan buku Konseling Menyusui yang berisi tentang keterampilan-keterampilan yang dibutuhkan kader agar dalam melakukan konseling menyusui dengan efektif. Selain itu, buku tersebut juga memberikan bekal pengetahuan kepada kader tentang masalah-masalah menyusui yang sering dialami oleh ibu menyusui, sehingga sangat aplikatif digunakan.

“Kami sangat berterima kasih dengan adanya pelatihan ini. Kami jadi belajar banyak tentang ASI. Kami juga jadi lebih percaya diri melakukan konseling menyusui kepada ibu-ibu yang ada di desa ini,” ungkap Nur, salah satu kader Posyandu yang menjadi peserta dalam pelatihan ini.


Comment