BONE, BERITA-SULSEL.COM – Pengakuan manager SPBU Palakka soal adanya pembayaran Rp3000 per jerigen tiap kali pembelian solar, disangkali manager SPBU Gatot Subroto, Kabupaten Bone, Budi.
Melalui pesan WhatsApp, Selasa (16/8/22), siang, Budi mengatakan bahwa pungutan yang beredar ke publik itu hoaks karena sesuai aturan, operator tidak boleh minta uang ke konsumen. Budi bahkan menantang Polisi dan TNI jika ada yang mengatakan soal pungutan itu.
“Hoaks, datangkan Polisinya kesini,
tidak boleh OP minta-minta sama pembeli. TNI juga kalau ada bayar 10 ribu, itu juga hoaks”, tegas Budi.
Namun ketika diminta pembuktian bahwa tidak ada pungutan, pernyataan Budi melemah dan mengatakan bahwa itu adalah bagian dari rejeki operator SPBU. Lagipula, kata Budi, sulit baginya mengawasi pekerjaan operator SPBU setiap saat.
“Kalau ada yang kasi tanpa diminta rezeki jangan ditolak, nanti tidak syukuri nikmat, tapi kalau minta jangan. Permintaan tidak ada dan tidak boleh, kalaupun ada kejadian tidak mungkin saya awasi operator setiap saat”, tambahnya.
Berdasarkan informasi dari para pengguna solar, ada pungutan Rp3000 hingga Rp10.000 per jerigen bagi pembeli solar bersubsidi. Pungutan itu diduga untuk memperlancar pengambilan dan menjadi konsumen prioritas di SPBU. Diakhir, Budi meminta pemberitaan yang baik tentang SPBU Gatot Subroto.
“Kalau ada berita yang baik-baik sajalah”, tutupnya. (eka)
Comment