Inilah Kehidupan Zaman Now

As'ad Bukhari

Oleh : As’ad Bukhari, S.Sos., MA.
(Dosen LB IAIN Bone)

BERITA-SULSEL.COM – Kehidupan zaman now memang memiliki realitas yang sangat berbeda pada masa-masa sebelumnya. Karena zaman saat ini tidak lagi begitu konsen terhadap kualitas dan kuantitas, melainkan hal lain di luar itu.


Semakin canggihnya teknologi memang semakin meningkatkan kreatfitas, akan tetapi tidak begitu bernilai dan bahkan tidak berbudaya terhadap hasil ciptanya. Justru yang terjadi ialah menyalurkan virus yang tidak bermanfaat dan tidak berguna tentunya.

Sehingga, jika melihat fenomena zaman now ternyata banyak memunculkan paham baru terhadap aktivitas kehidupan. Viralisme adalah salah satunya di mana masyarakat dunia maya atau netizen dan kehidupan cyber sangat erat dengan paham ini. Untuk mencapai tujuannya maka selalu diupayakan viralisasi dengan berbagi cara dan metode apapun, demi mendapat sebuah kepuasan dan kebahagiaan untuk dikenal secara luas.

Hal ini yang terkadang sebagian besar salah menapaki jalan dan salah perilaku, sehingga dunia maya tempat sarangnya amoral yang tak terbendung. Memviralkan dengan memperlihatkan, membagikan, mempertontonkan hal yang tidak manfaat, tidak maslahat dan tidak terhormat pula. Viralisme inilah yang menjadi racun dunia cyber yang juga menjadi tidak sehat di kehidupan dunia maya.

Kemudian ditambah lagi sebuah paham pemanis dan pendukung yang sangat fundamental bila melihat zaman now ini. Narsisisme adalah paham membanggakan diri dalam memperlihatkan aksinya, sensasinya, aktivitasnya dan segala apa yang diusahakan maupun dilakukannya. Dalam paham ini lebih banyak mengajarkan tentang kecanduan atas diri sendiri dalam menggunakan sosial media dan teknologi tanpa cerminan diri.

Inilah yang membuat manusia zaman now sangat lemah untuk introspeksi diri, evaluasi diri, koreksi diri dan bercermin atas diri sendiri. Kehidupan yang sangat bebas membuat aksi pun tanpa batas dan tak lagi memiliki batasan sehinga semua dilakukan, baik hanya untuk kepentingan individual maupun kepentingan kolektif secara ekonomi, bisnis, politik, dan sosial.

Inilah kehidupan zaman now yang amat sangat banyak sisi negatif dan buruknya ketimbang hal positifnya. Dilakukan oleh semua kalangan baik dari anak sampai dewasa orang tua, apalagi yang masih dalam tahapan awal artinya kecanduan dalam mmggunakan karena merasa sudah muali bisa menggunakan dan dirasa sangat mengasyikkan.

Tentu ada banyak kejanggalan, namun memang tidak semua sebab sisi positifnya masih tetap ada selama ada yang menggunakan secara bijak dan proporsional dalam meggunakan media tersebut.

Fenomena zaman now inil membuat lemahnya gerakan literasi, gerakan membaca, gerakan aksi, gerakan solidariti, gerakan partisipasi dan gerakan nyata. Zaman yang sangat imajinatif membuat generasi semakin destruktif tanpa di suplementasi dengan ilmu, pengetahuan, wawasan dan sejarah kebudayaan.

Hal ini perlu diperhatikan oleh semua elemen dan institusi serta masyarakat yang peduli akan fenomena zaman now yang semakin tidak terkendali, agar filterisasi dan proses edukasi selalu sampai kepada objek-objek tersebut.

Adapun dampak negatif lainnya yang sangat ekstrim akibat dari fenomena zaman now ialah adanya materialisme dan hedonisme tingkat tinggi. Materialisme adalah paham melihat sebuah materi sebagai kebutuhan dan keinginan utama menjadikan manusia sangat materialistis terhadap apapun.

Sehingga tidak bisa mengendalikan perilakunya sendiri dalam mengawasi dan mengelola hidup nya untuk mendapatkan uang atau harta dengan cara yang baik. Akibatnya ialah uangisme pun mejalar dab meracuni pola pikirnya yang sangat ekstrim materi.

Kemudian pengaruh lainnya karena hedonisme adalah paham manusia sangat mencintai dan menyukai apapun yang ada karena ketertarikan yang sangat berlebihan, meski tidak hanya sebatas keinginan dan kebutuhan sehingga tujuannya bisa untuk pamer, riya, pujian, memperlihatkan segala apa yang dimiliki, menunjukkan segala sesuatu yang membuat sebagian orang menjadi terpengaruh.

Hal-hal tersebut lah yang justru membuat kesenjangan sosial serta ketimpangan sosial. Masyarakat menjadi tidak sehat di dunia maya maupun nyata, semakin menjauh dari kenyataan, antara kaya dan miskin semakin berjarak dan terlihat bagaimana saat ini diperlihatkan melalui sosial media yang saling viral dan narsis dengan latar belakangnya masing-masing.

Sehingga sangat dibutuhkan gerakan sosial media solidariti dan gerakan sosial media literasi bahkan gerakan sosial media cerdas dan edukasi. Untuk menjaga antar satu dengan yang lainnya dan tidak mewabahnya virus maupun efek negatif yang hari demi hari selalu dipertontonkan.

Balas membalas, respon merespon, dan cibir mencibir dapat diminimalisir dengan kedewasaan serta kebijaksanaan dalam menggunakan akses teknologi informasi secara baik sesuai dengan budaya bangsa yang saling respek atau menghormati antar satu dengan yang lainnya. Karena dengan begitulah kehidupan zaman now dapat secara bersama diawasi dan dikendalikan dengan nilai berdasarkan ilmu pengetahuan.

Comment