Polres Bone Mulai Selidiki Dugaan Pungli Pameran HJB ke-693

Polres Bone Mulai Selidiki Dugaan Pungli Pameran HJB ke-693

Polres Bone Mulai Selidiki Dugaan Pungli Pameran HJB ke-693

BONE, BERITA-SULSEL.COM— Riak adanya dugaan pungli yang terjadi di event Pameran Hari Jadi Bone (HJB) ke-693, mulai dilirik Aparat Penegak Hukum (APH). Kapolres Bone, AKBP Doddy Suryawan, membenarkan bahwa anggotanya sudah mulai lakukan penyelidikan terkait hal tersebut.

“Iya, anggota sudah turun karena kan ribut-ribut, tapi saya belum dapat laporan dari Kasat Reskrim”, ungkap Doddy melalui sambungan telepon WhatsApp, Selasa (2/5/23), siang.


Terpisah, Kepala Bidang Anggaran BPKAD Bone, Andi Iqbal Walinono, menjelaskan bahwa memang TAPD memberikan tambahan anggaran saat proses penyusunan Renja dan KUA PPAS Tahun Anggaran 2023 untuk kegiatan pameran masing-masing OPD. Itulah mengapa dianggap sudah ada anggarannya di DPA pokok 2023.

“Terkait adanya selisih atau perbedaan antara DPA dan kwitansi merupakan kebijakan masing-masing pengguna anggaran dan pastinya SPJ yang diterima maksimal sesuai DPA.
Bagus kalau Rp4 juta karena tidak seperti itu standar harganya. Intinya sewa tenda Rp10 juta, melebihi standar harga daerah”, beber Iqbal.

Informasi simpang siur dari OPD ini yang kemudian memicu riak event Pameran HJB ke-693 karena OPD diharuskan membayar tenda pameran sebesar Rp10 juta per unit dengan prosedur dan dasar hukum yang tidak jelas. Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Boby Rachman, akui akan menindak lanjuti dugaan pungli ini.

“Anggota sedang lidik, kami masih mintai keterangan pihak terkait. Nanti semua (panitia dan OPD, red)akan dimintai keterangan”, jelasnya.

Sayangnya, sampai hari ini belum ada penjelasan resmi dari pihak pemerintah terkait siapa EO yang digunakan, untuk apa saja pembayaran Rp10 juta ke EO, bagaimana LPJnya. Dari hasil wawancara juga diketahui ada lapak yang disewakan Rp2,5 juta per unit dan belum diketahui apakah pembayarannya melalui EO juga atau panitia pameran. (eka)

Comment