MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Syaharuddin Alrif memimpin rapat monitoring dan evaluasi bersama Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Provinsi Sulawesi Selatan.
Rapat ini difokuskan pada pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk Tahun Anggaran 2013 serta evaluasi kinerja triwulan pertama tahun 2024.
Syahar, sapaan akrabnya menekankan pentingnya perhatian terhadap petani, baik saat musim panen maupun musim tanam, mengingat mayoritas masyarakat Sulawesi Selatan hidup dari sektor pertanian.
“Kami berharap SKPD dapat menjaga stabilitas harga agar petani tidak mengalami kerugian, minimal sesuai dengan standar harga eceran tertinggi yang ditetapkan pemerintah, terutama untuk harga gabah padi dan jagung,” ujarnya, Selasa (16/4/2024).
Selain itu, politisi Partai Nasdem itu menyoroti pentingnya percepatan penyaluran bibit padi dan jagung pada musim tanam, terutama dari bulan April hingga Agustus, agar bisa mempercepat pendistribusian ke masyarakat.
“Jangan sampai bibit baru tiba setelah petani selesai menanam padi atau jagung,” tambahnya.
Hasil rapat, Syaharuddin Alrif mendorong dinas terkait untuk mengusulkan penambahan kuota pupuk ke pusat. Dia menyoroti bahwa dari total 960 ribu hektare ladang yang ada, baru 170 ribu hektare pupuk yang terpenuhi.
“Kita perlu penambahan kuota pupuk baik untuk padi maupun jagung. Pemerintah provinsi harus memastikan persediaan pupuk mencukupi mengingat luas ladang perkebunan di Sulawesi Selatan mencapai 960.000 hektare,” pungkasnya.
Comment