BKKBN Salurkan Bantuan Rp800 Juta untuk 200 Keluarga Risiko Stunting di Sulsel

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyalurkan bantuan Rp800 juta untuk 200 keluarga berisiko stunting di Sulsel.

Bantuan ini akan diberikan secara bertahap hingga Desember 2025 sebagai bentuk dukungan konkret terhadap upaya penurunan prevalensi stunting di daerah.

Disampaikan Menteri BKKBN Wihaji saat menghadiri peringatan Harganas ke-32 di Lapangan Karebosi, Makassar, Senin (28/7/2025).

“Ini langkah awal. Intervensi tidak hanya berupa sosialisasi, tapi bantuan nyata memastikan gizi, kesehatan ibu, dan anak terpenuhi,” ujar Wihaji.

Ia menegaskan, stunting menjadi salah satu akar persoalan rendahnya kualitas sumber daya manusia dan tingginya kemiskinan struktural.

Oleh karena itu, intervensi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) menjadi strategi utama dalam pencegahan stunting.

“Jika anak sudah stunting, peluang pemulihan hanya sekitar 20 persen. Maka, kita harus bergerak di hulunya, sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun,” jelasnya.

Wihaji menyampaikan Presiden RI menginstruksikan agar Harganas tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi harus memberikan dampak langsung kepada masyarakat.

“Yang penting jangan terlalu banyak seremonial, turun ke lapangan, selesaikan masalah,” tegasnya.

Secara nasional, prevalensi stunting pada 2024 tercatat sebesar 19,8 persen.

Sementara di Sulawesi Selatan, angka stunting berhasil ditekan dari 27 persen menjadi 23 persen atau mengalami penurunan 4,1 persen.

Capaian ini menempatkan Sulsel di posisi kedua terbaik secara nasional setelah Jawa Barat.

“Ini keberhasilan bersama. Penurunan stunting di Sulsel tak lepas dari peran Gubernur, Bupati/Wali Kota, serta seluruh elemen pentahelix: pemerintah, masyarakat, akademisi, dan swasta,” kata Wihaji.(*)


Comment